showbiz

Ikke Nurjanah Buka Suara Soal Royalti Dangdut yang Anjlok, Dari Rp1,5 Miliar Kini Hanya Rp25 Juta

Rabu, 8 April 2026 | 22:00 WIB
Potret Ikke Nurjanah yang mendapat penghargaan Lagu Dangdut Terbaik - Anugerah Dangdut Indonesia 2025. (instagram/maksimusic)

SketsaNusantara.id - Penurunan drastis royalti musik dangdut menjadi perhatian setelah diungkap oleh Ikke Nurjanah. Ketua Anugrah Royalti Dangdut Indonesia tersebut menyampaikan perubahan signifikan pada periode awal 2025.

Nilai royalti yang diterima mengalami penurunan tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Situasi ini memicu pertanyaan terkait mekanisme distribusi yang dilakukan oleh pihak terkait.

Ikke menyebutkan bahwa jumlah yang diterima pada periode Januari hingga Juni 2025 jauh di bawah angka sebelumnya. Hal ini disampaikan dalam keterangannya di kawasan Depok, Jawa Barat.

Baca Juga: Ikke Nurjanah Memenangkan Penghargaan Lagu Dangdut Terbaik dari Anugerah Dangdut Indonesia 2025 Lewat Lagu ‘Melepasmu’

"Untuk periode pertama, Januari sampai dengan Juni (2025) kami diinformasikan mendapatkan Rp25 juta dari total Rp6 miliar yang didapat oleh LMKN sebagai hasil penarikan," kata Ikke di Soneta Record, Depok, Jawa Barat, belum lama ini.

Ia menjelaskan bahwa angka tersebut berbeda signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode sebelumnya, pihak ARDI disebut menerima royalti dalam jumlah miliaran rupiah.

"Angka Rp25 juta itu membuat kami sangat terkejut, karena sebelumnya kami di ARDI mendapatkan Rp1,5 miliar di tahun lalu," tambahnya.

Baca Juga: Merasa Nostalgia? Kenang Lagu ‘Memandangmu’ yang pernah Dinyanyikan Bersama Ikke Nurjanah, Aldi Bragi ke Adira: Sangat Spesial buat Bapak

Perbedaan nilai tersebut mendorong pihak ARDI mempertanyakan dasar perhitungan yang digunakan. Mereka mengaku tidak dilibatkan dalam proses penghitungan distribusi royalti tersebut.

Kondisi ini dinilai menyulitkan dalam memberikan pertanggungjawaban kepada anggota. Ketidakterlibatan dalam proses disebut menjadi salah satu persoalan utama yang disoroti.

Selain itu, Ikke juga menyinggung belum adanya transparansi dari pihak Lembaga Manajemen Kolektif Nasional. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada penjelasan rinci terkait skema perhitungan yang digunakan.

Pihak ARDI juga telah mengambil langkah dengan mengirimkan surat penolakan terhadap jumlah yang diterima. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk keberatan atas hasil distribusi yang dinilai tidak sesuai.

Upaya komunikasi juga disebut telah dilakukan sebelumnya. Namun, menurut Ikke, proses dialog yang diharapkan belum menghasilkan perkembangan yang signifikan.

Ia menjelaskan bahwa pertemuan yang dilakukan belum diikuti dengan pembahasan teknis lanjutan. Hal ini membuat persoalan belum menemukan titik penyelesaian hingga saat ini.

Halaman:

Tags

Terkini