showbiz

Sukses Raih Gelar Sarjana Manajemen, Pratama Arhan Bakal Terima Ijazah Berbasis Blockchain yang Punya Banyak Keunggulan, Ini Penjelasannya

Jumat, 3 April 2026 | 13:00 WIB
Potret Pratama Arhan lulus sidang skripsi, terima ijazah berbasis blockchain dengan gelar Sarjana Manajemen di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang (Instagram/udinusofficial)

Sekali data tercatat, tidak ada pihak yang bisa mengubah atau memanipulasinya. Hal ini menjadi solusi atas maraknya pemalsuan dokumen pendidikan.

Selain itu, ijazah berbasis blockchain juga memiliki sederet keunggulan yang mempermudah proses verifikasi. Perusahaan atau instansi tidak perlu lagi melakukan pengecekan manual ke kampus.

Baca Juga: Ijazah Ditahan Kampus Binus Gara-Gara Adiknya Nyenggol Kamera Kampus Sampai Rusak, Influencer Jinju Diminta Ganti Rugi Rp10 Juta

Cukup dengan memindai kode QR atau memasukkan kode verifikasi, data ijazah dapat langsung dipastikan keasliannya secara instan. 

Teknologi ini juga terbilang efisien untuk mengurangi kebutuhan legalisir fisik yang biasanya memakan waktu berhari-hari.

Dengan sistem digital yang terverifikasi secara global dan sudah memiliki kekuatan hukum yang sah, dokumen ijazah dapat digunakan dengan lebih praktis, termasuk untuk kebutuhan internasional.

Meski begitu, Arhan juga tetap akan menerima ijazah fisik saat wisuda sebagai tanda lulusan pada umumnya. Namun, dokumen tersebut dilengkapi dengan kode QR yang terhubung langsung ke sistem blockchain.

Baca Juga: 5 Drama Rumah Tangga Pratama Arhan dan Azizah Salsa yang Berakhir Kandas, Isu Selingkuh Jadi Paling Kontroversial!

Dengan begitu, ijazah fisik dan digital saling terintegrasi sebagai satu kesatuan yang aman.

Penerapan teknologi ini menunjukkan langkah maju dunia pendidikan di Indonesia dalam memanfaatkan inovasi digital.

Udinus menjadi salah satu kampus yang mulai mengadopsi sistem ini demi meningkatkan kredibilitas dan keamanan dokumen akademik.

Rektor Udinus menyebut sistem ijazah 'blockchain' ini sebagai sebuah inovasi yang masih tergolong baru di Indonesia.

Baca Juga: Luncurkan Inovasi “Kameliya”, SMKN 3 Bondowoso Kuatkan Kualitas Pembelajaran Guru Berbasis Teknologi Aplikasi LUMI

"Dengan teknologi blockchain, ijazah lulusan Udinus tidak hanya sekadar lembaran kertas, tetapi memiliki rekam jejak digital yang transparan, aman, dan tidak dapat diubah," ucap Rektor Udinus Semarang, Pulung Nurtantio Andono.

Sementara itu, Arhan mengaku lega bisa menyelesaikan skripsi dan ke depannya ia punya keinginan untuk melanjutkan pendidikan S2.

Halaman:

Tags

Terkini