“Selamat ulang tahun, Vidi. Aku beruntung. Kamu mengisi hidup kami dengan sinar matahari dan konfeti,” tulis Sherina dikutip oleh tim redaksi.
Sejak meninggalnya Vidi, Sherina merasa bahwa hidupnya terasa membosankan dan tidak secerah biasanya.
“Warna-warni tidak secerah dulu, atau mungkin aku kembali ke ‘stelan pabrik’, agak membosankan memang aslinya,” lanjutnya.
Semasa hidupnya, Vidi selalu mampu memberikan warna-warni yang menghidupkan suasana menjadi ceria.
“Aku nggak tahu bagaimana caranya, tapi setiap kamu ada, kamu selalu bisa mengeluarkan warna-warna paling cerah dariku,” imbuhnya.
Warna-warna yang dahulu pernah diberikan oleh Vidi, kini sudah berubah seolah menjadi kelam seperti warna hitam dan putih.
“Akhir-akhir ini semuanya terasa seperti hitam putih, tapi ya… panel manga juga hitam putih,” sambungnya.
Kendati demikian, kehadiran Vidi meninggalkan kesan yang teramat mendalam bagi Sherina baik dalam kondisi suka maupun duka.
“Bagaimana pun juga, suka atau tidak, aku akan tetap membawa kamu bersamaku melewati naik turunnya hidupku sampai akhir,” ujarnya.
Setiap tangis dan tawa yang tercipta, akan selalu dikenang oleh Sherina sebagai momen indah bersama Vidi.
“Aku benar-benar kangen momen nangis jelek dan pelukan kita yang konyol itu. Aku benar-benar sangat merindukanmu, sampai rasanya lucu sendiri,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!