SketsaNusantara.id - Kabar terbaru datang dari keluarga mendiang Vidi Aldiano. Ayahnya, Harry Kiss, mengungkap rencana yang tengah disiapkan untuk makam sang putra di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Rencana tersebut menarik perhatian publik karena dinilai berbeda dari kebiasaan umum. Keluarga berencana menghadirkan fasilitas tambahan yang bertujuan memberikan kenyamanan bagi para peziarah.
Harry Kiss menyampaikan bahwa pihak keluarga sedang merancang pemasangan speaker bertenaga surya di area makam. Perangkat tersebut direncanakan dipasang di bagian bawah marmer makam.
“Jadi nanti di bawah marmer makamnya dipasang speaker pada solar cell,” ujarnya kepada awak media pada 26 Maret 2026.
Menurut Harry, desain speaker tersebut masih dalam tahap perencanaan. Ia juga belum dapat memastikan waktu pemasangan karena proses desain masih berlangsung.
Selain pemasangan speaker, keluarga juga memiliki rencana lain untuk area sekitar makam. Mereka akan menanam pohon guna memberikan keteduhan bagi para pengunjung.
Rencana penanaman pohon tersebut telah melalui diskusi dengan sejumlah pihak. Salah satu yang memberikan masukan adalah Rano Karno terkait jenis pohon yang akan ditanam.
"Soal penanaman pohon, saya sudah diskusi sama sahabat saya, Rano Karno. Beliau bilang, pohon Ketapang pilihan terbaik untuk di makam karena kan bentuknya seperti payung gitu. Jadi nanti bakal teduh,” tuturnya.
Pohon ketapang dipilih karena bentuknya yang lebar dan mampu memberikan naungan. Kehadiran pohon ini diharapkan membuat suasana makam menjadi lebih nyaman bagi pengunjung.
Harry Kiss juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian berbagai pihak. Banyak yang ikut memberikan saran demi menciptakan suasana ziarah yang lebih layak.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya keluarga untuk menghormati mendiang. Sekaligus memberikan fasilitas yang mendukung kenyamanan bagi keluarga, sahabat, dan penggemar yang datang berziarah.
Vidi Aldiano diketahui meninggal dunia pada 7 Maret 2026. Ia mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan kanker ginjal selama beberapa tahun.