SketsaNusantara.id - Hari ke-19 setelah kepergian Vidi Aldiano, suasana di tempat peristirahatan terakhirnya masih dipenuhi peziarah.
Aktivitas ziarah terus berlangsung sejak pagi hingga sore hari tanpa henti.
Kondisi tersebut membuat makam Vidi tidak pernah kosong dari bunga tabur.
Setiap harinya, bunga-bunga terus berdatangan dari para pengunjung yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Ayah almarhum, Harry Kiss, mengungkapkan bahwa jumlah bunga yang terkumpul setiap hari terbilang sangat banyak. Bahkan, petugas pemakaman harus rutin membersihkannya agar kondisi makam tetap terjaga.
"Rupanya petugas pemakaman, itu karena rumputnya masih baru, jadi kalau sore itu bunga-bunga tabur itu dibersihin. Dia laporan, 'Pak, ini sehari itu bisa dua karung bunga tabur.' Besok paginya sudah penuh lagi kayak gitu-gitu terus," ungkap Harry Kiss di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Bunga-bunga tersebut dibersihkan setiap sore untuk menjaga rumput makam yang masih dalam kondisi baru.
Baca Juga: Tak Sekadar Ziarah, Fans Vidi Aldiano Gelar Sedekah dan Aksi Sosial, Ibunda Ungkap Momen Mengharukan
Namun, keesokan harinya, jumlah bunga kembali menumpuk karena peziarah terus berdatangan.
Melihat kondisi tersebut, Harry kemudian mengambil langkah untuk meningkatkan kenyamanan para peziarah. Ia berinisiatif menanam pohon di sekitar area makam agar suasana tidak terlalu panas saat siang hari.
Menurutnya, banyaknya pengunjung membuat area makam perlu ditata lebih baik. Ia ingin para peziarah tetap merasa nyaman saat berdoa di lokasi tersebut.
"Vidi itu setiap hari banyak sekali yang ziarah. Makanya tadi saya minta tim pemakaman, karena kalau siang di sini panasnya 'pol' ya, jadi saya minta tim pemakaman di sini untuk memasang pohon di sekitarnya. Supaya orang-orang yang ziarah itu agak manusiawi gitu ya," tuturnya.
Langkah tersebut langsung direalisasikan dengan penanaman beberapa pohon di sekitar makam. Proses penanaman dilakukan setelah berkoordinasi dengan pihak pengelola pemakaman.