Menurutnya, dalam 40 hari pertama, energi tersebut masih terasa. Hal itu yang menjadi alasan keluarga rutin melakukan ziarah ke makam.
Ia menyebut bahwa setelah periode tersebut, energi diyakini akan semakin berkurang. Meski demikian, keberadaannya disebut tetap ada dalam bentuk tertentu.
Kunjungan ke makam dilakukan sebagai bagian dari upaya keluarga untuk tetap dekat. Aktivitas tersebut menjadi rutinitas yang dilakukan selama masa awal setelah kepergian.
Cerita mengenai mimpi dan keyakinan tersebut menjadi bagian dari pengalaman keluarga. Hal itu terjadi di tengah proses beradaptasi dengan kehilangan yang dialami.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!