Dalam unggahannya, Habib Jafar membagikan video saat dirinya berada di Bali ketika melihat langsung umat Hindu menjalankan ritual keagamaan.
Pendakwah yang masih punya garis keturunan dengan Nabi Muhammad itu terlihat berdiri di pinggir jalan dengan tenang sebagai bentuk toleransi dan penghormatan terhadap agama lain.
Habib Jafar juga menyampaikan bahwa takbiran di Bali bisa tetap dilakukan, namun dengan cara yang lebih hening dan penuh kesadaran, sehingga tidak mengganggu kekhusyukan umat Hindu yang sedang menjalankan Nyepi.
"Takbir di Bali nanti malam, utamanya dalam keheningan hati. Atau seeloknya dalam koridor kesepakatan yang saling menghormati antara Muslim Bali dan umat Hindu Bali," ujarnya.
"Itulah justru syiar utama takbir di Bali malam nanti. Karena toleransi adalah bagian dari ajaran kita, umat Islam," imbuhnya.
Selain itu, Habib Jafar menambahkan bahwa sikap saling menghormati dalam perbedaan bukanlah hal baru dalam Islam.
Pendakwah yang dijuluki Habib Toleransi ini mencontohkan kisah Nabi Muhammad SAW yang berdiri sebagai bentuk penghormatan ketika iring-iringan jenazah orang Yahudi melewati beliau.
Menurutnya, toleransi bukan sekadar menjaga kerukunan, tetapi juga cara untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
Ia menilai, momen Nyepi yang berdekatan dengan Lebaran justru menjadi kesempatan indah untuk menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam selaras dengan sikap saling menghormati dan hidup berdampingan dalam keberagaman.
"Video yang diposting hanyalah ilustrasi saat saya beberapa tahun lalu di Bali dan berpapasan dengan umat Hindu yang sedang menjalankan ritual upacara keagamaan," tulisnya.
"Kita diam berdiri dalam respect sebagaimana berdirinya Rasulullah SAW ketika jenazah orang Yahudi lewat di depan masjid Beliau," pungkas Habib Jafar.
Unggahan tersebut menyentuh hati banyak orang. Tak sedikit umat muslim yang tinggal di Bali yang ikut memberikan komentar, menyebut indahnya toleransi di tengah keberagaman di Indonesia.
"Saya umat muslim yang lahir dan besar di Bali. Alhamdulillah selalu menghormati Nyepi. Malah kami sangat senang bisa menikmati hikmah Nyepi, udara jadi bersih, bebas polusi dan hemat listrik," tulis salah satu warganet dalam kolom komentar.
"Semakin tau arti agama, maka semakin bertoleransi kepada penganut agama lain karena semua menuju ke-Esa-an Tuhan. Adem banget postingannya bib, salam toleransi untuk umat Hindu di Bali," imbuh warganet lainnya.
Bukan pertama kali, perayaan Nyepi pada tahun 2024 lalu juga beriringan dengan awal Ramadhan 1445 Hijriah.