SketsaNusantara.id - Keindahan alam Indonesia kembali menarik perhatian dunia internasional.
Kali ini, Gunung Bromo di Jawa Timur menjadi sorotan setelah dijadikan lokasi pengambilan gambar untuk video set musik elektronik bertajuk Interstellar Trap Mix 2026 milik duo DJ asal Belanda, Yellow Claw.
Gunung Bromo yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam paling ikonik di Indonesia.
Lanskapnya yang dramatis dengan lautan pasir luas, kaldera besar, serta latar pegunungan yang megah menjadikan kawasan ini sering dipilih sebagai lokasi produksi visual berskala internasional.
Dalam unggahan yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa Gunung Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, menjadi lokasi pengambilan gambar video set DJ bertajuk Interstellar Trap Mix 2026 milik duo DJ elektronik asal Belanda, Yellow Claw.
Informasi tersebut langsung menarik perhatian publik, terutama para penggemar musik elektronik maupun pecinta wisata alam Indonesia.
Baca Juga: Momen Glenca Chysara dan Rendi Jhon Nikmati Liburan di Bromo, Makin Lengket nan Romantis
Dalam video yang diproduksi di kawasan Bromo tersebut, dua personel Yellow Claw, yakni Jim Taihuttu dan Nils Rondhuis, terlihat tampil memainkan set musik elektronik mereka di tengah lanskap alam yang spektakuler.
Keduanya tampil dengan konsep visual yang unik, bahkan mengenakan kostum menyerupai pakaian astronot yang menambah nuansa futuristik dalam video tersebut.
Kombinasi antara musik elektronik modern dan panorama alam vulkanik Bromo menciptakan visual yang sangat sinematik dan menarik perhatian penonton.
Salah satu kekuatan utama dari video tersebut adalah visual alam yang ditampilkan sepanjang penampilan para DJ.
Kawasan Gunung Bromo memang memiliki karakter lanskap yang sangat khas. Hamparan pasir vulkanik yang luas, kabut tipis di pagi hari, serta latar pegunungan menjadikan tempat ini tampak seperti lanskap dari planet lain.