SketsaNusantara.id - Serial animasi Islami Nussa dan Rara mendadak ramai diperbincangkan publik setelah muncul pengakuan dari mantan co-founder proyek tersebut mengenai konflik rumah tangga dengan sang kreator.
Sorotan publik tertuju pada Aditya Triantoro, sosok di balik kesuksesan animasi populer tersebut. Namanya menjadi perbincangan setelah Annisa Hadiyanti, mantan istrinya yang juga terlibat dalam pengembangan Nussa Rara, mengungkap berbagai hal terkait keretakan rumah tangga mereka.
Dalam cuplikan podcast yang beredar di media sosial, Annisa juga menyinggung dugaan perselingkuhan yang disebut menjadi salah satu penyebab perceraian dengan Aditya.
Baca Juga: Animasi Jumbo Tembus Korea Selatan, Bukti Karya Anak Bangsa Makin Diperhitungkan Global
Tak hanya itu, Annisa juga menyebut bahwa karakter Umma dalam animasi Nussa Rara diduga terinspirasi dari sosok yang disebut sebagai orang ketiga dalam rumah tangganya.
Pernyataan tersebut mengejutkan banyak penggemar. Pasalnya, karakter Umma selama ini dikenal sebagai figur ibu yang sabar, penyayang, dan menjadi salah satu tokoh yang membawa pesan moral dalam serial animasi Nussa Rara.
Berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id dari berbagai sumber, Aditya Triantoro diketahui adalah pendiri sekaligus CEO dari The Little Giantz, studio animasi di balik serial populer Nussa Rara.
Studio tersebut didirikan pada tahun 2016 dan kemudian berhasil melahirkan salah satu animasi anak paling populer di Indonesia yang sarat dengan pesan moral dan nilai keislaman.
Sebelum mendirikan studio animasi sendiri, Aditya diketahui memiliki pengalaman panjang di industri kreatif internasional.
Menilik dari akun Linkedin miliknya, Aditya memulai karir sebagai web developer di Los Angeles pada tahun 2001-2002. Ia juga tercatat pernah bekerja sebagai freelancer 3D designer dan graphic designer pada tahun 2004.
Pria kelahiran Jakarta itu sempat menghabiskan waktu cukup lama di luar negeri, sekitar sembilan tahun di Amerika Serikat dan delapan tahun di Singapura, sebelum akhirnya kembali ke Indonesia pada 2014.
Pengalamannya di industri animasi internasional membuat kariernya berkembang pesat. Ia bahkan pernah dipercaya menjadi lead animator untuk film Sing to the Dawn garapan Framework Studios.
Berbekal pengalaman tersebut, Aditya kemudian mendirikan Little Giantz dan mulai mengembangkan berbagai proyek animasi di Indonesia.