showbiz

Rina Nose Ungkap Alasan di Balik Keputusannya Melakukan Operasi Plastik di Bagian Hidung: Bukan Pengen Ikut-ikutan...

Sabtu, 7 Maret 2026 | 10:30 WIB
Potret hidung Rina Nose setelah dioperasi plastik. Ungkap alasan di balik keputusannya tersebut. (Instagram/rinanose16)

SketsaNusantara.id – Publik sedang dihebohkan dengan kabar Rina Nose yang melakukan operasi plastik pada hidungnya.

Komedian dan presenter yang memang terkenal dengan bentuk hidungnya tersebut akhirnya melakukan perombakan pada hidungnya.

Dalam sebuah unggahan di akun Instagram @rinanose16 seperti pantauan tim SketsaNusantara.id pada 6 Maret 2026, istri dari Josscy Aartsen ini ungkap alasan di baliknya.

Baca Juga: Mahalini Dapat Surprise Ulang Tahun ke-26 dari Rizky Febian, Begini Ucapan Khusus Sule untuk Sang Menantu

“Operasi plastik. Sebuah keputusan pribadi yang menjadi argumentatif ketika memasuki ranah publik,” tulis Rina dikutip oleh tim redaksi.

Wanita berusia 42 tahun tersebut mengaku bahwa prosedur yang dilakukannya ini bukan untuk ikut-ikutan trend semata.

“Bagi saya, tindakan operasi plastik ini bukan hanya sekadar prosedur untuk mengubah penampilan saja, apalagi karena cuma pengen ikut-ikutan aja,” ungkapnya.

Baca Juga: Momen Elina Joerg Jalani Ibadah Umrah Tepat di Ramadhan 1447 Hijriah, Bagi Foto di Masjid Nabawi

Di balik itu, Rina telah mempertimbangkan segala aspek dan resiko yang akan ditimbulkan setelah melakukan operasi plastik.

“Akan tetapi satu keputusan yang etis dan estetis serta cukup rumit karena melibatkan banyak sekali aspek,” lanjutnya.

Bagi Rina, operasi plastik tidak hanya bertujuan untuk mengubah penampilan, namun lebih dari pada itu.

“Mulai dari pemahaman, perhitungan (rasio-geometri) bentuk dan struktur wajah untuk mendapatkan bentuk yang sesuai serta harmonis,” imbuhnya.

Baca Juga: Nabilah O’Brien Lulusan Mana? Inilah Sosok Pemilik Bibi Kelinci Kopitiam yang Kini Ngaku Berstatus Tersangka, Padahal Sebelumnya Jadi Korban

Karena bertujuan untuk memperindah penampilan, maka segala aspek terutama biologis harus dipertimbangkan untuk meminimalisir resiko.

Halaman:

Tags

Terkini