SketsaNusantara.id- Nama Isyana Sarasvati kembali menjadi sorotan publik di media sosial setelah perubahan konsep visual dan musikalitasnya memicu beragam spekulasi dari warganet. Penyanyi dan penulis lagu tersebut bahkan sempat dituding terlibat dalam sekte satanik karena konsep artistik pada proyek musik terbarunya.
Isu tersebut muncul setelah publik memperhatikan visual yang digunakan dalam bab terakhir album terbaru Isyana yang bertajuk ABADHI. Beberapa warganet menilai konsep yang menampilkan nuansa gelap, dominasi warna merah, kobaran api, serta simbol mata tunggal di bagian tengahnya sebagai sesuatu yang berkaitan dengan simbolisme tertentu.
Spekulasi itu kemudian berkembang luas di berbagai platform media sosial hingga memunculkan tuduhan yang mengaitkan konsep visual album tersebut dengan aliran sesat.
Menanggapi ramainya perbincangan tersebut, suami Isyana, Rayhan Maditra, akhirnya menyampaikan respons melalui akun Threads pribadinya. Dalam unggahannya, Rayhan menyoroti bagaimana karya seni yang lahir dari kejujuran seorang musisi sering kali disalahartikan oleh sebagian orang.
Ia menilai bahwa interpretasi yang terlalu cepat tanpa upaya memahami pesan karya dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Ujian besar bagi seorang musisi ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda. Sering kali asumsi datang lebih cepat daripada untuk memahami,” tulis Rayhan dalam unggahannya.
Rayhan juga menyinggung soal pentingnya menjaga sikap dan tidak mudah menyebarkan tuduhan yang belum tentu benar, terutama di tengah momentum bulan suci.
Dalam penutup pesannya, ia menyampaikan doa agar semua pihak dijauhkan dari fitnah dan kesalahpahaman yang dapat merugikan orang lain.
“Semoga Tuhan melindungi kita semua dari segala bentuk fitnah di bulan suci ini. Amin,” tulisnya.
Kontroversi ini kembali memunculkan diskusi di kalangan penggemar musik mengenai kebebasan berekspresi dalam karya seni. Banyak pihak menilai bahwa konsep visual dalam musik sering kali bersifat simbolik dan tidak selalu memiliki makna literal seperti yang ditafsirkan sebagian orang.
Perubahan arah musikalitas Isyana sendiri sebenarnya telah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Penyanyi berusia 32 tahun itu mulai meninggalkan genre pop yang sebelumnya melekat pada dirinya dan beralih ke aliran progressive rock.