SketsaNusantara.id - Nama Cinta Laura kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kali ini, pernyataan lamanya soal penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP kembali viral dan ramai diperbincangkan publik.
Unggahan akun Instagram @selebritas_update pada Rabu, 25 Februari 2026, menampilkan kutipan pernyataan Cinta Laura yang menyebut, “Cinta Laura: orang kaya ngapain ambil beasiswa negara.” Kalimat tersebut langsung memicu beragam reaksi warganet.
Pernyataan itu dinilai relevan dengan polemik yang tengah ramai, yakni kasus awardee LPDP berinisial DS.
Baca Juga: Cinta Laura Kunjungi Aceh, Soroti Ketangguhan Anak-Anak Penyintas Kehilangan Tempat Tinggal
DS sebelumnya viral usai melontarkan narasi kontroversial terkait status kewarganegaraan anaknya di platform Threads.
Dalam unggahannya, DS sempat menulis kalimat ‘cukup aku yang WNI, anak-anakku jangan’ sambil memamerkan status warga negara asing anaknya. Pernyataan tersebut memantik kritik publik dan memunculkan sorotan terhadap latar belakang finansial DS.
Sebagian warganet menilai DS memiliki kemampuan ekonomi yang memadai sehingga dianggap tidak semestinya menerima dana beasiswa dari negara. Kritik itu kemudian dikaitkan dengan pernyataan lama Cinta Laura yang kembali beredar luas.
Pernyataan tersebut diketahui disampaikan Cinta Laura dalam sebuah siniar YouTube bersama Kemal Palevi. Video tersebut tayang pada 27 November 2024 dan kembali viral di berbagai platform media sosial.
Dalam perbincangan itu, Cinta membahas persoalan beasiswa, termasuk yang disalurkan melalui LPDP. Ia menyoroti penyaluran dana pendidikan yang menurutnya masih belum sepenuhnya tepat sasaran.
“Sesuatu yang bikin aku sedih tentang beasiswa ini,” kata Cinta. “Kadang-kadang tidak diberikan kepada orang yang tepat dalam arti tidak diberikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan.”
Cinta menyinggung adanya individu dengan kemampuan finansial memadai yang tetap mendaftar dan menerima beasiswa. Menurutnya, kondisi tersebut mengurangi kesempatan bagi generasi yang benar-benar membutuhkan dukungan biaya.
Ia menyebut memiliki rekan yang berasal dari latar belakang ekonomi kuat, namun tetap memperoleh beasiswa dari negara. Situasi tersebut dianggap ironis, mengingat masih banyak pelajar berprestasi yang terkendala biaya.
“Tapi orang ini dapat beasiswa dari negara,” lanjutnya.