SketsaNusantara.id – Polemik seputar alumni penerima beasiswa (awardee) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang menetap di luar negeri dan belum menuntaskan kewajiban pasca studi masih santer jadi sorotan publik.
Polemik tersebut memicu perdebatan tentang tanggung jawab moral penerima beasiswa yang dananya bersumber dari pajak rakyat.
Di tengah pro dan kontra, sejumlah figur publik awardee LPDP seperti Tasya Kamila hingga Maudy Ayunda justru membuktikan bahwa menempuh pendidikan di kampus top dunia bukan halangan untuk kembali ke tanah air dan berkontribusi nyata bagi Indonesia.
Tak hanya sukses berkarier sederet artis di dunia hiburan juga meraih prestasi akademik yang gemilang. Dihimpun SketsaNusantara.id dari berbagai sumber, berikut sederet artis penerima LPDP beserta kontribusinya yang menjadi inspirasi bagi banyak orang.
1. Maudy Ayunda
Maudy Ayunda dikenal sebagai salah satu figur publik dengan prestasi akademik gemilang. Ia menempuh pendidikan S1 di University of Oxford sebelum melanjutkan S2 di Stanford University dengan beasiswa LPDP.
Bintang film "Perahu Kertas" itu berhasil menyelesaikan program magister dalam waktu 2 tahun dan kembali pulang ke Indonesia. Kini, ia aktif berkontribusi di dunia pendidikan, serta pengembangan literasi generasi muda.
Melalui berbagai forum, seminar, dan platform digital, Maudy kerap membagikan pengalaman akademiknya serta memotivasi pelajar Indonesia untuk berani bermimpi besar.
Ia juga terlibat dalam diskusi kebijakan publik dan pengembangan SDM, memperkuat perannya sebagai jembatan antara dunia pendidikan global dan kebutuhan nasional.
Baca Juga: Maudy Ayunda Tulis Surat Terbuka untuk Para Pemimpin Indonesia: ‘Jangan Anggap Remeh Masyarakat’
2. Gita Gutawa
Putri komposer Erwin Gutawa ini juga merupakan alumni LPDP yang menempuh studi S2 di London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris, mengambil jurusan MSc in Culture and Society dan lulus dengan hasil memuaskan.
Setelah pulang ke Indonesia, Gita aktif dalam proyek Di Atas Rata-Rata (DARR) bersama sang ayah, yang menjadi sebuah wadah bagi anak-anak Indonesia berbakat musik untuk dikembangkan potensinya.