SketsaNusantara.id - Influencer asal Korea Selatan, Jang Hansol mengunggah video curhatan yang ramai dikaitkan dengan fenomena SEAblings vs Knetz.
Konten kreator yang dikenal fasih berbahasa Jawa tersebut mendadak jadi perbincangan setelah mengunggah video curhatan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Dalam video yang disebutnya sebagai rekaman random, Hansol membahas pengalaman pribadi terkait kesenjangan sosial dan sikap sebagian orang yang merasa lebih unggul hanya karena berasal dari kota besar.
Ia menceritakan pengalamannya saat tumbuh di Malang dan membandingkannya dengan penilaian sebagian orang yang memandang rendah mereka yang berasal dari kota kecil.
"Ini bener-bener video yang terekam random. Mungkin karena aku dulu gede di Malang. Meskipun aku terakhir sebagai orang Korea, aku itu sering ngadepin orang-orang yang menurutku mereka itu bangga ketika mereka lahir di tempat yang lebih bagus dari aku," ujar Hansol dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di akun Instagram @hansoljang110.
"Contoh, dulu aku di Malang dan pindah ke Jakarta. Ada orang-orang yang mentang-mentang mereka itu lahir di Jakarta, dan langsung nganggap rendah orang-orang dari kota kecil kaya aku," ucapnya.
Ayah 1 anak itu mengungkapkan bahwa banyak orang merasa memiliki kontribusi terhadap kesuksesan sebuah kota hanya karena lahir di sana. Padahal, menurutnya, kebesaran suatu tempat tidak selalu berkaitan dengan individu yang kebetulan dilahirkan di sana.
"Setiap kali aku ngadepin orang-orang yang kayak gini, aku cuma mikir, 'Oke, kamu gede di tempat itu, dan mungkin kamu lebih kaya dari aku, tapi kontribusi yang kamu berikan ke tempat itu emang apa?'," tuturnya.
"Kalau kamu cuma numpang lahir, dan kebetulan tempat lahir kamu sekarang gede, yang nggak ada hubungannya sama kamu, ya kan? Padahal kalau dipikir-pikir, aku sama kamu, usaha kita untuk hidup itu sama. Nggak ada bedanya," ujarnya.
Hansol juga sempat menyinggung konsep "pewaris" dan "perintis" yang sebelumnya sempat ramai dibahas publik. Ia mengkritik sikap individu yang merasa berjasa atas keberhasilan sesuatu padahal tidak memberikan kontribusi nyata.
"Kalau kamu pewaris, tapi sok (merasa) kayak kamu yang bikin usaha itu sukses, itu nggilani (menjijikkan). Tapi, kalau kamu perintis dan berhasil bawa perubahan buat banyak orang, oke lah, nggak kasih kredit kamu, tak kasi tepuk tangan," pungkas Hansol.
Meski dalam video tersebut Hansol tidak secara langsung menyebut fenomena SEAblings vs Knetz, banyak warganet yang mengaitkan curhatannya dengan konflik digital yang belakangan ramai di media sosial.