showbiz

2 Hari Jalani Sidang Adat Toraja, Pandji Pragiwaksono Ungkap Makna Wongsoyudo dan Momen di Tongkonan Tertua

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:30 WIB
Pandji Pragiwaksono. (Threads/pandji.pragiwaksono)

SketsaNusantara.id - Memasuki Februari 2026, kisah perjalanan Pandji Pragiwaksono kembali menjadi sorotan publik.

Komika senior ini menceritakan pengalaman mengikuti prosesi sidang Adat Toraja, buntut dari materi komedinya pada 2013 silam. Peristiwa itu sempat kembali viral pada 2025 dan memicu diskusi panjang di ruang publik.

Sidang adat tersebut digelar selama dua hari, pada 10–11 Februari 2026. Prosesi berlangsung di Tongkonan Layuk Kaero, Sanggalla, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Dijatuhi Sanksi Adat di Tana Toraja, Pandji Pragiwaksono Terima Denda 1 Ekor Babi dan 5 Ayam sebagai Bentuk Penyucian Diri

Sebanyak 32 perwakilan masyarakat adat hadir dalam prosesi tersebut. Pandji menjalani seluruh rangkaian ritual dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @pandji.pragiwaksono, Kamis, 12 Februari 2026, Pandji mengungkapkan sejumlah momen penting selama prosesi berlangsung. Ia menceritakan suasana ketika memasuki Tongkonan Kaero yang berusia sekitar 800 tahun. Momen itu disebutnya membawa perubahan suasana di antara para tetua adat.

"Ketika melihat saya berjalan memasuki Tongkonan Kaero yang berusia 800 tahun, menurut beliau dan beberapa tetua, kemarahan orang mereda," ungkapnya.

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Singgung Soal Istri dan Anaknya yang Dibully Pasca Kena Imbas Penampilannya di 'Mens Rea', Ternyata Pilih Bersikap Begini

Pandji menuturkan, pemimpin upacara adat sempat menyampaikan bahwa banyak masyarakat Toraja tidak menyangka dirinya benar-benar akan datang.

Kehadirannya secara langsung dinilai sebagai bentuk kesungguhan menghadapi persoalan yang muncul dari materi komedi masa lalu.

Dalam pidato yang disampaikan di hadapan para tetua adat, Pandji mengakui dirinya datang sebagai seorang ksatria.

Ia menjelaskan keberaniannya hadir untuk mendengar, menjawab, dan menerima keputusan adat. Setelah prosesi selesai, ia menghampiri pemimpin adat untuk menyampaikan makna di balik nama panjangnya.

"Bapak perlu tahu, nama panjang saya Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo. Wongso Yudo artinya Bangsa Perang. Alias Ksatria," ucap Pandji.

Ia menceritakan bahwa pemimpin adat Toraja tersebut tersenyum dan menjabat tangannya dengan lebih erat. Pandji menilai momen itu sebagai pengingat atas jalan hidup yang selama ini dijalaninya. Ia menyebut proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang yang harus ia tempuh.

Halaman:

Tags

Terkini