showbiz

Pandji Pragiwaksono Unggah Momen saat Menjalani Proses Sidang Adat Bersama Masyarakat Toraja, Kehadirannya Tuai Pujian hingga Dinilai bak Ksatria

Kamis, 12 Februari 2026 | 18:14 WIB
Potret Pandji Pragiwaksono usai menghadiri sidang adat dan berdialog untuk penyelesaian masalah dengan masyarakat Toraja imbas jokes stand up comedy 10 tahun lalu (Instagram/pandji.pragiwaksono)

Pemimpin upacara adat menyebut kehadiran Pandji sebagai sikap ksatria karena bersedia meluangkan waktu dan berdialog bahkan menghadapi pertanyaan dari perwakilan 32 wilayah adat.

"Dalam pidatonya beliau mengatakan bahwa gue seorang Ksatria. Usai upacara, gue mendatangi dan menjabat tangan beliau sambil memberi tahu sesuatu," kata Pandji.

"Bapak perlu tahu, nama panjang saya Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo. Wongso Yudo artinya Bangsa Perang. Alias: Ksatria. Beliau tersenyum dan menjabat tangan gue lebih erat," ujarnya.

Pandji menyebut bahwa pertemuan adat ini menjadi pembelajaran penting sekaligus pengingat tentang jalan hidup yang ia pilih.

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Minta Maaf Lagi Perihal Candaannya yang Singgung Budaya Toraja, Ngaku Tetap Pegang Komitmen Ini

"Gue memang ditakdirkan untuk berjuang di jalan seperti ini. Supaya yang lain bisa belajar atau bisa melewati dengan nyaman jalan yang sudah dibuka. Wongsoyudan takdirnya berjuang," tuturnya.

Dalam unggahannya, Pandji menutup unggahannya dengan kalimat "Mangka Melomo. Kurre Sumanga'". Ungkapan tersebut merupakan ucapan khas masyarakat Toraja yang secara umum bermakna "Sudah selesai dengan baik. Terima kasih."

Ucapan tersebut digunakan sebagai bentuk syukur dan apresiasi setelah suatu prosesi atau pekerjaan terlaksana dengan baik.

Unggahan Pandji pun menuai beragam respons. Banyak warganet dan rekan sesama artis memberikan apresiasi atas sikapnya yang memilih datang langsung dan berdialog dengan masyarakat Toraja.

Baca Juga: Dianggap Roasting Budaya Toraja Lewat Standup Comedy, Komika Pandji Pragiwaksono Mendapat Paket Sanksi Berat 96 Sapi dan Babi dan Uang Miliaran

Warganet setuju dengan perkataan sang pemimpin upacara adat dan menyebut Pandji bak "ksatria" karena ia telah bersedia hadir, berdialog untuk menyelesaikan masalah secara musyawarah yang mencerminkan budaya asli bangsa Indonesia.

Sementara itu, sejumlah warganet juga mengapresiasi sikap Masyarakat Adat Toraya yang memilih penyelesaian secara musyawarah dan kekeluargaan, tanpa memicu kegaduhan berkepanjangan.

"Menangani hal dengan cara yang benar, dengan kelas dan integritas. Respect!" tulis Jovial da Lopez di kolom komentar. "Bangga banget! Tidak lari.. berani menghadapi dengan senyuman!" imbuh Melaney Ricardo.

Baca Juga: Tanggapi Polemik Mens Rea, Ketua Komisi III DPR RI Tegaskan Pandji Tak Bisa Dipidanakan

"Makasih untuk orang toraja untuk membuka hatinya menerima dan memaafkan kesalahan. Indahnya Indonesia banyak budayanya kita. Bangga kita jadi warga negara yang seharusnya bisa mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah," komentar akun @andreehagan23.

Halaman:

Tags

Terkini