SketsaNusantara.id - Komika Pandji Pragiwaksono mengunggah momen setelah menjalani persidangan adat di Tongkonan Layuk Kaero, Sangalla, Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Sidang adat yang digelar pada hari Selasa, 10 Februari 2026 sebagai bagian dari upaya komunikasi penyelesaian masalah atas kontroversi yang ditimbulkan dari materi stand up comedy Pandji yang sempat viral beberapa bulan lalu.
Pandji sebelumnya mendapat sorotan tajam usai menyinggung tradisi upacara pemakaman adat Rambu Solo' dalam pertunjukan stand up comedy "Messakke Bangsaku" yang digelar tahun 2013 lalu.
Materi lawakan yang kembali beredar luas di media sosial itu dinilai telah melukai perasaan masyarakat adat karena dianggap menyinggung budaya, martabat, serta keyakinan kolektif yang dijaga selama ratusan tahun di Tanah Toraja.
Pandji juga sudah menyampaikan permintaan maaf. Melalui unggahan akun Instagram pribadinya, Pandji menyadari bahwa jokes yang dilontarkannya itu dinilai tak pantas karena kurangnya pengetahuan mengenai adat Toraja.
Akibat perbuatannya tersebut, Pandji sempat dilaporkan ke polisi. Namun, alih-alih memilih pendekaran penghukuman dan polemik berkepanjangan, Masyarakat Adat Toraja menempuh mekanisme restorative justice yang berorientasi pada pemulihan relasi antar individu, komunitas, alam, dan leluhur.
Pandji pun mengikuti persidangan adat (Ma'Buak Burun Mangkali Oto) yang dihadiri oleh perwakilan dari 32 wilayah adat di Toraya dan difasilitasi oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Proses ini menjadi bagian dari upaya komunikasi serta penyelesaian persoalan secara adat.
Dalam sidang tersebut, Pandji menyampaikan pengakuan dan mendengarkan langsung pandangan para perwakilan adat sebagai bagian dari proses penyelesaian masalah.
Melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, Pandji membagikan pengalamannya selama menjalani proses sidang adat tersebut.
"Di ujung proses sidang adat, sang pemimpin upacara adat mengatakan bahwa kebanyakan masyarakat Toraja tidak menyangka gue akan benar-benar datang," tulisnya, dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di akun Instgram @pandji.pragiwaksono pada hari Kamis, 12 Februari 2026.
Video unggahannya tersebut menunjukkan sikap kekeluargaan dan kehangatan masyarakat serta para tokoh adat saat menyambut kedatangan Pandji.
"Ketika melihat gue berjalan memasuki Tongkonan Kaero yang berusia 800 tahun, menurut beliau (pemimpin upacara adat) dan beberapa tetua, kemarahan orang (masyarakat Toraja) mereda," ungkapnya.