Setelah berdiskusi dan pertimbangan medis yang ada, keluarga pun sepakat membawa Haji Aceng kembali ke rumah.
Keputusan tersebut diambil dengan penuh keikhlasan dari keluarga Apoy sebagai takdir yang harus diterima mereka.
“Dokter sudah menyerahkan sepenuhnya kepada keluarga. Qadarullah, Allah Maha Baik, dan ini yang terbaik,” lirih alumni Pesantren La Tansa, Pandeglang, Banten ini.
Hingga akhirnya, Haji Aceng Madari mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 09.00 WIB di rumahnya.
Walau masih berduka, Apoy sempat mengungkapkan pesan menyentuh perihal makna orang tua dalam kehidupan anak.
Ia mengingatkan bahwa sangat penting bagi seorang anak untuk berbakti kepada orang tuanya selagi masih diberi kesempatan.
“Sejelek-jeleknya orang tua, mereka tetap yang terbaik untuk anaknya. Selagi masih punya orang tua lengkap, lakukan yang terbaik, layani mereka sebisa mungkin. Karena ketika sudah tidak ada, kita mau memberikan yang terbaik pun sudah tidak bisa lagi,” pesan Apoy.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!