Beberapa properti syuting seperti papan penanda jalan berwarna hijau beraksara Burma juga dipasang di sekitar lokasi, seolah latar tempat tersebut berada di Myanmar.
Salah satu foto yang menarik perhatian publik adalah bus yan bertuliskan rute Bogor-KP Rambutan yang menunjukkan ciri khas mode transportasi umum di Indonesia.
Meski banyak properti yang diubah dalam aksara Burma Myanmar untuk menyesuaikan latar cerita, tulisan dalam bus tersebut tetap dibiarkan dan mungkin hanya jadi properti syuting yang tak ikut terekam kamera.
Sejumlah warga setempat mengaku melihat langsung proses syuting dari kejauhan. Mereka menilai set lokasi dibuat menyerupai suasana kerusuhan akibat konflik atau perang.
Banyak warga setempat yang mengira tulisan tersebut adalah aksara Hangul dari Korea Selatan, karena film tersebut produksi Korea Selatan.
Namun, melihat dari beberapa properti syuting yang digunakan, diduga film tersebut menceritakan latar tempat di Myanmar, meski proses pengambilan gambar dilakukan di Indonesia.
Beredarnya foto-foto lokasi syuting ini pun memicu beragam reaksi warganet. Sebagian mengaku kecewa karena Indonesia hanya dijadikan lokasi pengambilan gambar, sementara latar cerita justru menggambarkan negara lain.
Tak sedikit warganet yang protes, lantaran proses syuting sempat mengganggu mobilitas warga akibat penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas di Tangerang-Jakarta .
"Agak kecewa sih, jalan ditutup, udah bikin macet, eh lokasi syutingnya malah diganti jadi Myanmar, kirain bisa promosiin Indonesia," komentar salah satu warganet.
"Wadaw, kita disamakan dengan Myanmar, ini mah bukan membanggakan tapi suatu sindiran. Tapi, cuan juga sih, mungkin kalo ke Myanmar langsung masih rawan konflik kondisinya gak aman, makanya pake set di Indonesia yang kondisinya mirip kaya di sana," imbuh netizen lainnya.
Meski begitu, ada pula warganet yang tetap mendukung proses pengambilan gambar. Di tengah banyaknya kritik, ramai pula warganet yang membubuhkan komentar kocak melihat foto lokasi syuting film tersebut.
"Pas banget, pinter nih yang milih lokasi, mereka cari kondisi negara yang kelihatan kacau balau jadi nggak banyak butuh props tambahan. Lagian gak masalah sih, yang penting udah izin resmi," komentar salah satu warganet.