Sudah bersahabat sekian lama, kepergian Lula tentu menjadi kehilangan yang teramat besar bagi Awkarin.
“Kita sayang Lula. Sampai kapanpun kita nggak bakal pernah lupa kebaikan Lula dan betapa lembutnya hati Lula,” imbuhnya.
Semasa hidupnya, Awkarin dan Lula memang sering membagi momen kebersamaan mereka di sosial media.
“Dan kita nggak akan pernah lupa semua momen-momen persahabatan kita selama ini,” ungkapnya.
Sebelum tergabung di grup ‘Hanampol’, Lula dan Awkarin juga pernah membuat geng ‘Rahasia Negara’ yang dibentuk pada tahun 2016.
“Dari geng kita cuma berempat, gue, lo, Sarah, Risya, dan kita namain ‘Rahasia Negara’ di tahun 2016,” jelasnya.
Hingga akhirnya anggota grup kian bertambah hingga 8 orang dan membuat persahabatan mereka semakin erat.
“Karena kita berempat punya rahasia yang sama yang nggak ada orang lain yang tahu, sampai sekarang kita udah ber-8 dan selalu bersegini,” katanya.
Kepergian satu orang di antara mereka membuat segala hal yang pernah mereka lewati tidak mungkin terlupakan begitu saja.
“Hidup kita semua mungkin nggak akan pernah sama lagi Lul, dengan ketidakhadiran lo di waktu-waktu kita ngumpul kedepannya,” ungkapnya.
Kenangan yang sudah terukir biar menjadi memori yang indah bagi Awkarin dan teman-teman yang lain.
“Lo nggak akan pernah tergantikan di hati kami. Terima kasih Lula buat waktunya selama di dunia Lula habiskan sebagiannya sama kita,” lanjutnya.
Terakhir, Awkarin memberikan sebait doa agar Lula tenang di rumah barunya dan ungkap rasa terima kasih untuk persahabatan yang sudah berjalan 1 dekade ini.
“Kami sangat beruntung udah tahu tentang lo di hidup kami. Beristirahatlah dengan tenang, Lula Lahfah. Terima kasih atas persahabatan selama 10 tahunnya, Lul,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!