Terungkap isi notes dalam buket bunga yang ditulis tangan langsung oleh Prilly. Dalam catatannya, Prilly memberikan pesan manis sekaligus ucapan selamat untuk sang kekasih.
Prilly merasa bangga dengan pencapaian Omara yang selalu menginspirasinya dalam berkarya di dunia perfilman.
"Bunga-bunga ini berwarna-warni karena aku berharap bunga-bunga ini melambangkan awal yang cerah dan indah untuk tahun 2026.. Selamat, sayangku, atas pencapaian luar biasa lainnya! Menang lagi! Bagaimana rasanya terus bersinar dan menang seperti ini?" tulis Prilly.
"Aku harap ini adalah awal dari hal-hal yang lebih indah lagi untukmu. Aku sangat bangga padamu, sayangku. Terima kasih telah menjadi inspirasiku, selalu. - With love, PL (Prilly Latuconsina)," pungkasnya.
Unggahan Omara seketika dibanjiri ucapan selamat. Tak sedikit warganet yang memberikan apresiasi dan mengaku ikut baper melihat karangan bunga pemberian Prilly.
"Sukses selalu Omara, gak sabar ngelihat kamu menang lagi. Sukses terus.. Seneng juga lihat Prilly yang selalu mendukung karya karyamu. Masya Allah, Alhamdulillah, bahagia melihatnya," komentar salah satu warganet.
"Kamu tahu nggak apa singkatan loker? lo keren banget, aseli!! Bangga kali lah Prilly punya pacar kaya Omara, semoga bisa satu project film bareng," imbuh warganet lainnya.
Bukan kali pertama, Omara sebelumnya juga berhasil meraih Piala Citra kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2025.
Penghargaan tersebut menjadi Piala Citra pertamanya sekaligus menandai kiprahnya sebagai salah satu aktor berbakat Tanah Air.
Omara berharap film yang dibintanginya bisa membawa pesan moral yang membekas di hati para penontonnya.
"Terima kasih atas semua penghargaan ini, sungguh merasa terhormat. Semoga negara kita terbebas dari diskriminasi, suku dan agama," tulis Omara di unggahan Instagramnya pada bulan November 2025 lalu sambil memamerkan Piala Citra pertamanya.
"Semoga tak ada lagi kaum minoritas yang merasa dirugikan, disusahkan dan digerus oleh kaum mayoritas. Semua agam, suku, gender, ras dan lain-lain punya hak setara. Kita tak akan melupakan sejarah, justru itu adalah pelajaran berharga," pesannya.***