"Sejujurnya, gue juga bingung, banyak yang menghujat, kok mengarahnya jadi ke sini ya? Gue tau lu semuanya kecewa. Kesannya, gue menormalisasikan tentang hubungan ibu-anak, anak-ibu yang tidak jelas," ujar Irfan Hakim dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di akun Instagram @irfanhakim75 pada hari Jumat, 30 Januari 2026.
"Seolah-olah gue mendukung, mensupport tentang hal itu. Itu kenapa bisa muncul? Karena ada framing antara podcast di Densu dengan tugas gue di acara FYP Trans 7, wawancara Bang Hotman Paris. Itu tidak seperti yang dibayangkan," tuturnya.
Irfan Hakim menjelaskan bahwa wawancara yang dilakukan bersama Hotman Paris dilakukan pada tanggal 20 Januari sebelum podcast Densu ditayangkan.
Pada saat itu, publik masih mempertanyakan banyak hal, mulai dari alasan pengakuan yang baru muncul saat Ressa dewasa, hingga soal tanggung jawab orang tua.
"Saat itu, gue harus wawancara Bang Hotman Paris di acara FYP live dan belum ada statement jelas dari kedua belah pihak," kata Irfan.
"Lalu ada statement dari pihak Resa, tapi belum sepanjang yang ada di Deni Sumargo. Jadi, komentar orang-orang saat itu masih bertanya, 'kenapa baru sekarang di umur 24 tahun? kenapa minta tanggung jawab kepada ibu? Bapaknya mana? Bukankah anak itu tanggung jawab bapak?'," sambungnya.
"Banyak juga yang tanya bertanya lagi, apakah ini benar anaknya Denada? dan lain sebagainya. Nah hal itu yang aku tanyain ke Bang Hotman. Jawaban Bang Hotman, mungkin karena baru sekarang anak itu mengerti hukum dan lain-lain," terangnya.
Dalam wawancara bersama Irfan Hakim, Hotman Paris juga sempat menjelaskan bahwa jika Ressa lahir dari sebuah pernikahan resmi, maka ayahnya yang harus bertanggung jawab. Namun jika ia lahir di luar pernikahan, maka ibu yang memiliki kewajiban hukum untuk mengurus anak kandungnya.
Hotman turut menegaskan bahwa kasus penelantaran anak tidak mengenal kedaluwarsa dan mendukung langkah hukum yang ditempuh Ressa, karena ibunya dianggap telah melanggar UU tentang Perlindungan Anak.
Sementara itu, Ressa sendiri menangis ketika menceritakan soal kisah hidupnya di podcast Denny Sumargo. Ia mengaku pernah bekerja jadi sopir pribadi keluarga Denada, dan memanggil sang ibu dengan sebutan "Mbak".
Ressa menegaskan hanya ingin diakui dan tak berniat menyalahkan Denada, karena bagaimanapun ia adalah ibu kandungnya. Ia bahkan rela mencium kaki Denada agar mendapat pengakuan dari ibunya.
Irfan menyayangkan adanya pihak-pihak yang seolah memframing dirinya seakan-akan berkomentar atas pengakuan Ressa di podcast tersebut.
"Seminggu setelah gue wawancara Bang Hotman, baru ada podcast Deni Sumargo bersama Ressa panjang lebar menceritakan tentang kronologinya. Dibaliklah sama seseorang atau siapa," kata Irfan.
"Kesannya, gue berkomentar mengenai pengakuan Resa, terus gue menyaksikan, seolah-olah gue berada di salah satu pihak. Mungkin sebagian orang mendengarkan dari satu pihak jadi gue dibilangnya melindungi Denada," ujarnya.