showbiz

Emosional, Rieke Diah Pitaloka Soroti Kasus Child Grooming Aurelie Moeremans, Desak Negara Lebih Serius Bertindak Tangani Kasus Kekerasan Seksual

Jumat, 16 Januari 2026 | 09:00 WIB
Potret Rieke Diah Pitaloka suarakan kasus child grooming yang menimpa Aurelie Moeremans usai buku Broken Strings viral (Instagram/riekediahp/aurelie)

"Saya pun belum mendengar ada suara dari Komnas HAM dan Komnas Perempuan secara utuh, secara serius terhadap kasus ini," tegasnya.

Menurutnya, kasus seperti ini memerlukan perhatian khusus karena merupakan bentuk pelecehan anak yang sistematis dan berbahaya, sering kali sulit dideteksi karena adanya pendekatan emosional antara pelaku dan korban.

Baca Juga: Acungkan Jempol atas Keberanian Aurelie Moeremans dalam Menyuarakan Bahaya Child Grooming, Emil Mario: Diam Sebenarnya Lebih Mudah…

"Child grooming ini bukan tindak pidana yang berdiri sendiri, melainkan modus operandi. Prosesnya sistematis ketika pelaku atau groomer membangun kedekatan emosional, kepercayaan, dan ketergantungan pada anak atau remaja. Tujuan akhir adalah kekerasan atau eksploitasi sosial seksual," katanya.

"Maaf, saya agak emosional karena ini bisa terjadi pada anak-anak kita begitu bagaimana pada masa depan ketika kita diam sebetulnya kasusnya banyak di Indonesia.

Rieke juga tampaknya menyoroti klarifikasi Robby Tremonti mengenai keterkaitannya dengan kasus child grooming yang menimpa Aurelie hingga adanya dugaan pengancaman.

"Saya kira itu terus-terusan indikasi pelaku melakukan pembelaan diri seolah normalisasi terhadap bagaimana kekerasan terhadap anak. Ada pembujukan di situ, pernikahan, indikasi adanya kekerasan seksual dan sebagainya yang cukup sadis saya kira," ucapnya.

"Ada yang mencoba membela langsung diintimidasi dan sudah saatnya kita untuk bersuara, karena ini negara hukum ada Undang-Undang Perlindungan Anak, harusnya ada langkah yang diambil untuk  penghapusan kekerasan seksual seperti ini ini," tandasnya.

Baca Juga: Apa Itu Child Grooming? Luka yang Dibongkar dalam Buku ‘Broken Strings’ Karya Aurelie Moeremans

Lebih lanjut, Rieke mengungkapkan bahwa kisah Aurelie juga menjadi perhatian internasional. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan child grooming bukanlah masalah kecil.

Ia meyakini masih banyak perempuan lain di Indonesia yang mengalami hal serupa, tetapi tidak berani bersuara atau bahkan tidak menyadari bahwa dirinya sedang menjadi korban.

Rieke mengaku emosional ketika membahas isu ini karena menyangkut keselamatan anak-anak dan masa depan mereka.

Ia menilai keberanian Aurelie untuk berbicara secara terbuka patut diapresiasi, terlebih saat ini pihak yang diduga terlibat justru disebut tengah berupaya membela diri.

"Saya tidak menuduh siapa pun, tapi keberanian korban untuk bersuara harus kita dukung. Ini menyangkut perlindungan anak-anak Indonesia," tegasnya.

Sebelumnya, Ibunda Aurelie juga sempat mencoba mencari bantuan dengan melapor kepada Kak Seto. Ia menceritakan kondisi anaknya yang "dicuci otak" oleh pacarnya, namun laporan tersebut ternyata tidak mendapat tanggapan serius.

Halaman:

Tags

Terkini