showbiz

Judika Persembahkan Lagu Penuh Emosi untuk Shin Tae-yong, Curahan Hati Suporter Timnas Indonesia

Kamis, 1 Januari 2026 | 12:30 WIB
Judika berpose bersama Shin Tae-yong. (Instagram/folksy_football)

SketsaNusantara.id - Musisi ternama Tanah Air, Judika, kembali mencuri perhatian publik setelah mengungkapkan bahwa salah satu lagu ciptaannya terinspirasi langsung dari sosok mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Ungkapan tersebut disampaikan melalui unggahan media sosial yang kemudian ramai diperbincangkan oleh warganet, khususnya pencinta sepak bola nasional.

Dilansir SketsaNusantara.id dari informasi yang dibagikan akun Instagram @folksy_football, Judika menyampaikan bahwa lagu berjudul Kusedang Sayang-Sayangnya lahir dari perasaan emosional yang dirasakan banyak pendukung Timnas Indonesia.
 
Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun sekaligus Wedding Anniversary ke-12, Judika Panjatkan Doa untuk Indonesia: Pulih dan Bangkit...

Lagu tersebut merefleksikan rasa cinta, kehilangan, dan apresiasi terhadap Shin Tae-yong yang telah mengakhiri kiprahnya bersama Timnas Indonesia.

“Salah satu lagu ciptaannya yang berjudul Kusedang Sayang-sayangnya, terinspirasi langsung dari Coach Shin Tae-yong,” tulis akun @folksy_football dalam keterangan unggahannya.

Judika menjelaskan bahwa lagu tersebut tidak sekadar karya musik biasa, melainkan bentuk ekspresi perasaan yang tulus dari seorang penggemar sepak bola nasional.
 
Baca Juga: Nyaris Diusir dari Forum DPR, Ahmad Dhani Sempat Menyela Diskusi, Ariel NOAH Soroti Aturan Lagu dan Judika Bahas Royalti

Ia mengakui bahwa dirinya merupakan salah satu pendukung setia Shin Tae-yong selama menukangi Timnas Indonesia.

“Lagu aku ini, aku ciptakan memang benar-benar dari seorang pelatih sepak bola yang sangat dicintai sebenarnya di Indonesia, tapi ada juga yang membenci Coach Shin Tae-yong,” ujar Judika, sebagaimana dikutip dari akun TikTok pribadinya.

Menurut Judika, perjalanan Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia membawa perubahan signifikan. Ia menilai pelatih asal Korea Selatan tersebut berhasil membentuk mental dan pola permainan skuad Garuda secara perlahan namun pasti.
 
Baca Juga: 4 Musisi ini Pernah Ditolak Label, Kini Lagunya Meledak! Judika dan Mahalini Jadi Buktinya

“Aku salah satu fans terberatnya Coach Shin Tae-yong, karena aku merasa Timnas Indonesia itu berubah sekali cara bermainnya dan berkembang pelan-pelan, sampai ya kemarin hampir masuk ke Piala Dunia,” jelasnya.

Unggahan tersebut juga menyinggung fakta bahwa Shin Tae-yong harus meninggalkan Timnas Indonesia pada Januari 2025.

Kepergian tersebut menimbulkan beragam reaksi di tengah masyarakat, mulai dari rasa kehilangan hingga perdebatan di ruang publik.

“Namun pelatih asal Korea Selatan tersebut harus pergi Januari 2025 lalu, karena ada beberapa orang yang gak suka sama dia,” tulis akun @folksy_football, merangkum pernyataan Judika.

Judika mengakui bahwa perpisahan dengan Shin Tae-yong menjadi momen emosional baginya dan banyak suporter lainnya.

Rasa kehilangan itu kemudian ia tuangkan ke dalam lagu sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih.

“Tapi pada akhirnya dia kan harus pergi, dia harus pergi, berhenti melatih dan rasa itu yang aku bawa di lagu ini,” tutup Judika.

Unggahan tersebut turut dilengkapi cuplikan foto yang memperlihatkan kebersamaan Judika dengan Shin Tae-yong di sebuah lapangan sepak bola.

Momen tersebut memperkuat narasi kedekatan emosional antara musisi dan pelatih yang telah memberikan warna tersendiri bagi perjalanan Timnas Indonesia.

Dalam unggahan lain yang ditampilkan, Judika juga menuliskan pesan personal yang menyentuh.

“Terinspirasi dari rasa orang Indonesia yang merasa kehilangan figur di saat sedang mencintai sepenuh hati,” tulisnya.

“Lagu ini untuk Coach Shin Tae-Yong. Terima kasih untuk perjuangan, dedikasi, dan semua rasa yang pernah kita lewati bersama,” tambahnya.

Kisah ini menunjukkan bahwa sepak bola bukan sekadar pertandingan di lapangan, tetapi juga menyentuh ranah emosional, budaya, dan seni.

Judika berhasil menjembatani dunia musik dan sepak bola melalui karya yang lahir dari pengalaman kolektif masyarakat Indonesia.***
 
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Tags

Terkini