showbiz

Melihat Banyak Gestur yang Tak Sinkron, Pakar Mikro Ekspresi Sebut Insanul Fahmi Manipulatif dan NPD

Jumat, 26 Desember 2025 | 20:00 WIB
Insanul Fahmi manipulatif? (Instagram @insanulfahmi)

SketsaNusantara.id – Pakar mikro ekspresi Kirdi Putra, turut menyoroti gejolak rumah tangga yang melibatkan Insanul Fahmi dan istrinya, Wardatina Mawa serta Inara Rusli.

Setelah mengamati berbagai video klarifikasi dan pernyataan publik yang dikeluarkan oleh Insanul, Kirdi memberikan analisis yang cukup mengejutkan. 

Ia menyebut adanya indikasi perilaku manipulatif di balik ekspresi wajah dan bahasa tubuh Insanul Fahmi.

Baca Juga: Saling Sindir, Insanul Fahmi Tegaskan Sudah Coba Minta Maaf Berkali-Kali ke Wardatina Mawa: Saya Dicap NPD

Kirdi Putra membedah beberapa poin krusial dari raut wajah Insanul Fahmi saat berbicara mengenai permasalahannya dengan Wardatina. 

Menurut Kirdi, terdapat perbedaan mencolok antara kata-kata yang diucapkan dengan emosi yang ditampilkan secara tidak sadar.

"Menurut saya, Insanul ini jelas manipulatif dari saya lihat dia podcast-podcast yang dia lakukan, ada pernyataannya yang tabarakn enggak nyambung, itu jelas manipulatif," ungkap Kirdi putra dikutip dari kanal YouTube Cumicumi.

Baca Juga: Tepis Isu Telah Menjelekkan Keluarga Insanul Fahmi, Wardatina Mawa Mantap untuk Tetap Gugat Cerai

Lebih jauh Kirdi menyebutkan bahwa penampilannya di sejumlah podcast adalah untuk mencari simpati dan dukungan saja untuk mengamankan posisinya secara hukum.

Menurut Kirdi, ketika seseorang benar-benar merasa bersalah atau sedih, ada otot-otot tertentu di wajah yang tidak bisa dimanipulasi.

Namun dalam pengamatannya terhadap Insanul, Kirdi melihat adanya inconsistency atau ketidaksinkronan.

Kirdi mencatat adanya jeda atau delay saat Insanul menunjukkan emosi sedih, yang sering kali menjadi ciri bahwa emosi tersebut dikonstruksi secara sadar, bukan spontan.

Penggunaan kata-kata yang cenderung menyalahkan keadaan atau pihak lain (gaslighting) disebut Kirdi sebagai salah satu teknik manipulasi untuk mendapatkan simpati publik.

Kirdi menyoroti arah pandangan mata yang sering kali menghindari kontak langsung atau justru terlalu intens secara tidak natural pada momen-momen tertentu.

Halaman:

Tags

Terkini