Pengakuan tersebut menggambarkan realitas keibuan yang jarang dibungkus dengan narasi sempurna, melainkan hadir apa adanya—jujur dan manusiawi.
Ia juga menyoroti satu perasaan yang menurutnya paling dominan dan sulit diungkapkan dengan kata-kata.
“Tapi entah kenapa apapun perasaan aku, yang paling besar dan gapernah ilang itu selalu perasaan sayang,” tulis Nita Vior.
Kalimat ini menjadi inti dari keseluruhan refleksi, menunjukkan bahwa kasih seorang ibu menjadi fondasi utama dalam setiap dinamika emosional yang ia rasakan.
Tak hanya berbagi kisah personal, Nita Vior turut menyampaikan doa dan harapan bagi para ibu lainnya.
“Intinya, semoga semua ibu dan calon ibu di luar sana senantiasa diberikan kekuatan dan kebahagiaan,” tulisnya.
Ia menutup caption dengan ucapan selamat Hari Ibu yang ditujukan untuk para ibu di seluruh dunia, termasuk ibunya sendiri.
Unggahan tersebut langsung menuai reaksi luas dari warganet. Kolom komentar dipenuhi ucapan selamat, doa, serta apresiasi atas kejujuran Nita Vior dalam membagikan pengalaman keibuannya.
“Happy mothers day nitungg,” tulis @aera.blvsh disertai emoji hati, menandakan kedekatan emosional pengikutnya dengan sosok Nita Vior.
“Yeay! Selamat Hari Ibu buat cici,” komentar dari akun @_etupppp dengan nada ceria.
“Selamat hari ibuu mamiii viorr,” ucap akun @_canissaa lengkap dengan emoji hati, mencerminkan dukungan dan rasa sayang dari para pengikut setianya.
Unggahan Nita Vior ini menunjukkan bahwa peran sebagai ibu bukan hanya soal kebahagiaan, tetapi juga perjalanan emosional yang kompleks.
Keberaniannya membagikan sisi rapuh, lelah, sekaligus penuh cinta menjadi pengingat bahwa menjadi ibu adalah proses belajar yang terus berjalan.
Narasi yang ia sampaikan pun dinilai mampu mewakili suara banyak ibu muda yang kerap merasa sendirian dalam menghadapi perubahan hidup yang drastis.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!