“Untuk hal-hal pribadi yang menjelekkan saya, saya memilih untuk tidak menanggapi, karena fokus saya adalah menjaga martabat keluarga,” lanjut Mawa.
Bahkan menurut penuturan Julaiha, kedua keluarga tersebut masih sempat shalat berjamaah di masjid.
Hal ini sangat berlawanan dengan pengakuan Fahmi yang menyebut bahwa Mawa telah menjelek-jelekkan keluarganya.
“Saya telah mencerna setiap perkataan saya di manapun, dan saya pastikan tidak ada unsur yang menjelekkan keluarga beliau, karena saya sangat menghormati dan menyayangi keluarga beliau,” tutur Mawa.
Setelah shalat di masjid, kedua belah pihak juga sempat makan siang bersama di rumah Mawa sebagai bentuk penghormatan terhadap keluarga Fahmi.
Pemaparan Fahmi yang tidak sesuai dengan realita, membuat Mawa memohon untuk tidak lagi melibatkan keluarganya dalam hal ini.
“Setelah pernyataan ini, saya mohon agar keluarga saya tidak lagi dilibatkan. Cukuplah keluarga kecil ini yang merasakan dampak kehancuran dari pengkhianatan ini,” pinta Mawa.
Dengan tegas, Mawa tetap mengambil jalur hukum untuk menuntut keadilan yang selama ini ia perjuangkan.
“Cukup untuk membuat saya berjuang dan mengambil langkah hukum, walaupun pada akhirnya saya yang dilaporkan,” tegasnya.
Sementara itu, Mawa tetap dengan pendiriannya untuk dengan tegas menggugat cerai Fahmi.
“Saya hanyalah manusia biasa, setelah seluruh proses hukum ini selesai, saya akan mengambil langkah tegas dengan mengajukan surat cerai,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!