SketsaNusantara.id- Bencana banjir bandang, longsor, hingga gempa telah melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak akhir November 2025 kemarin.
Akibat bencana tersebut, hampir lebih dari 900 jiwa dari Aceh dan Sumatra ini meninggal dunia dan ribuan lainnya luka-luka atau hilang.
BNPB mencatat bahwa ada 1,45 juta warga Aceh yang terdampak, dimana ratusan desa lenyap dan berubah jadi aliran sungai.
Parahnya lagi, Infrastruktur seperti jembatan dan jalan lintas Sumatra yang rusak parah, sehingga membuat banyak wilayah terisolir.
Hal tersebut menimbulkan kesulitan tersendiri bagi para relawan untuk menyalurkan berbagai bantuan ke para korban disana.
Ditengah kesulitan dan keterlambatan akibat akses jalan yang sulit, aktor Syakit Daulay terlihat ikut terjun langsung ke lokasi.
Ia tiba di Aceh Tamiang pada 7 Desember 2025 dengan membagikan makanan, obat-obatan, hingga dana untuk korban menggunakan perahu gantung.
Aksinya itu awalnya dipuji oleh netizen sebagai bentuk solidaritas sebagai artis sebelum berbalik jadi kritikan pedas.
Video pendeknya yang menunjukkan Syakir sedang membagikan bantuan dengan latar belakang bendera GAM yang dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @achehsultanate pada Selasa, 9 Desember 2025.
Sontak saja, aksinya tersebut sangat kontroversial karena mengingat kalau
bendera GAM telah dilarang sejak MOU Helsinki 2005.
Bendera berwarna hitam dengan bulan sabit putih ini menimbulkan tudingan jika Syakir sengaja memprovokasi isu separatisme yang masih sensitif.