Meski pemerintah sudah menyalurkan banyak bantuan, namun responnya dirasa tidak sebanding dengan besarnya musibah yang terjadi.
“Pemerintah ini memang sudah bergerak, tapi responnya terasa tidak sebanding dengan besarnya bencana,” katanya.
Suami dari Olivia Allan ini merasa jika pemerintah belum menyikapi secara serius atau merasakan urgensi dari musibah yang terjadi.
“Koordinasi yang lambat dan masyarakat akhirnya mempertanyakan di mana sense of urgensinya,” ujarnya.
Padahal dengan fasilitas yang dimiliki, seharusnya seluruh daerah yang terdampak sudah tersentuh bantuan.
“Negara itu punya semua fasilitas untuk menembus wilayah terisolasi seperti TNI-Polri, helikopter, perahu cepat, hingga teknologi pemetaan,” tegasnya.
Masih banyaknya warga yang terjebak di daerah terisolir seharusnya membuat pemerintah bergerak cepat dalam membuka jalur agar bisa diakses.
“Pemerintah harusnya segera membuka jalur udara dan air untuk membentuk komando terpadu dan memastikan komunikasi dua arah dengan warga terjebak,” katanya.
Menurut Denny, aspirasi dan kondisi lapangan sangat penting untuk dipelajari agar warga tahu bahwa negara benar-benar hadir di garda paling depan.
Kecepatan dan kepastian merupakan dua hal paling krusial supaya kondisi darurat ini cepat teratasi.
“Dan keduanya hanya hadir ketika pemerintah mengerahkan seluruh kekuatan, tanpa menunda, tanpa ragu, tanpa kehilangan empati ke mereka yang sedang berjuang untuk hidup,” tutup Denny.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!