“Kami melihat sebuah wilayah luluh lantak tidak berdaya, listrik terputus, rumah hilang, bensin langka, air bersih tidak ada, makanan langka, hanya pakaian melekat di tubuh,” imbuhnya.
Haykal mengaku tidak sanggup membayangkan kejadian saat banjir berlangsung di depan mata.
Baca Juga: SMAN 5 Jember Tunjukkan Kepedulian Nasional Lewat Donasi PMR untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera
“Bergetar kami melihat dampak peristiwa maha dahsyat, tidak terbayang saat kejadian berlangsung,” sambungnya.
Kendati demikian, suami dari Tantri Namira ini menilai bahwa masyarakat di sana merupakan orang yang hebat karena sanggup bertahan di tengah keterbatasan.
“Mereka yang bertahan adalah manusia hebat. Terlepas dari kesedihan, ketidakberdayaan, memilih untuk bangkit menatap ke depan,” ungkapnya.
Bencana alam banjir yang melanda sebagian wilayah di Sumatra memang meninggalkan rasa keprihatinan yang mendalam.
Hingga kini, bantuan belum sepenuhnya bisa merata dan menjangkau seluruh wilayah yang terkena banjir dan longsor.
Hujan deras yang turun sejak akhir bulan November menyebabkan air memenuhi wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan sebagian Sumatra Barat.
Hingga kini, korban jiwa terus berjatuhan dan beberapa diantaranya masih dalam pencarian.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!