Dari pengalaman pribadinya itu, Omara kemudian menghubungkannya dengan kondisi lingkungan Indonesia. Ia mempertanyakan nasib hutan-hutan yang terus ditebang atau dibakar tanpa kendali.
“Apa kabar dengan negara yang alamnya indah, hutannya lebat malah ditebang, dimusnahkan,” tulisnya.
Lebih jauh, ia menggugat sikap manusia yang kerap abai terhadap alam.
“Ketika jutaan hektar lebih baik dijadikan keuntungan segelintir orang daripada kebutuhan semua rakyat dan bahkan dunia ini?” tulisnya.
Dalam bagian lain caption, Omara menunjukkan kekecewaannya atas perilaku destruktif manusia.
“Jangan sampai akhirnya yang disalahkan adalah Tuhan dan alam, padahal manusia-manusianya sering mengkhianati alam tersebut. Hutan ditebang, kali dipenuhi sampah, tapi ketika ada konsekuensi, itu disebut 'takdir,'” tutupnya.
Melalui tulisan panjang itu, Omara tidak hanya berbagi kenangan, tetapi secara tidak langsung menyampaikan kampanye lingkungan dengan bahasa yang lugas dan menyentuh.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!