Menyadari malaikat maut bisa datang kapan saja, Epy sudah menyampaikan wasiat kepada keluarga beberapa bulan sebelum wafat.
Epy Kusnandar mengaku ingin dimakamkan di Garut, Jawa Barat di sebelah pusaran orang tuanya, sebagai bentuk kecintaannya kepada sang ibunda.
Permintaan itu disampaikan Epy karena merasa ada pesan terakhir yang belum tuntas terucap sebelum ibunya wafat.
"Calon jenazah yang susah meninggal kaya ibu saya itu susah mau berkata-kata. Jadi ada kata-kata yang belum selesai diungkapkan oleh ibu," ucap Epy
"Jadi itu yang membuat saya sampai hari ini ingin ngobrol terus sama ibu," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Namun, keinginan tersebut membuat Karina Ranau keberatan. Ia berharap Epy bisa dimakamkan di Jakarta agar tetap dekat dengannya.
Kini, setelah Epy berpulang, Karina meminta pihak keluarga untuk mengikhlaskan jika pemakaman suaminya dilakukan di Jakarta.
Sebelum meninggal, Epy Kusnandar sempat mengeluhkan sakit kepala hingga akhirnya ditemukan pingsan dan dilarikan ke RS PON Cawang.
Pihak keluarga menyebut kepergian Epy terjadi sangat mendadak dan begitu cepat. Kondisinya kritis karena adanya penyumbatan darah pada bagian vital di batang otak yang berakibat fatal hingga berujung pada kematian.
Jenazah Epy Kusnandar dipulangkan ke rumah duka di Harmony Residence 88, Jalan Pasir Jagakarsa, dan rencananya akan dimakamkan pada pagi hari Kamis, 4 Desember 2025 di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini