Mereka menjelaskan bahwa klarifikasi dilakukan karena informasi yang beredar di media sosial dinilai “terlalu liar”.
Putra, salah satu kuasa hukum Inara, menegaskan bahwa pihaknya akan memaparkan fakta berdasarkan bukti yang ada.
Menurut Putra, isu yang berkembang terkait hubungan Inara dan Insanul Fahmi bermula dari perkenalan dalam konteks bisnis yang berkembang menjadi hubungan personal.
Namun, penjelasan menyeluruh mengenai informasi lain akan disampaikan secara bertahap oleh pihak terkait, sesuai dengan agenda klarifikasi yang sudah mereka siapkan.
Tim hukum juga menekankan bahwa langkah klarifikasi bukan untuk membuka aib siapapun, tetapi untuk meluruskan fakta agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Salah satu isu yang paling menjadi sorotan adalah gelang yang dikenakan Inara, yang disebut-sebut sebagai gelang couple dengan Insanul Fahmi.
Narasi ini pun berhasil memicu perdebatan publik yang cukup besar. Kuasa hukum bernama Andi Taslim terlihat memberikan bantahan tegas.
“Gelang ini bukan gelang couple. Klien kami memakai gelang tersebut sejak 2024, jauh sebelum mengenal Saudara Insan,” ujar Andi dalam konferensi pers di kawasan Pluit, Jakarta.
Ia menambahkan bahwa spekulasi warganet telah mengaburkan fakta sebenarnya, sehingga klarifikasi harus dilakukan agar isu tidak berkembang lebih jauh.
Selain isu gelang, Inara juga dikaitkan dengan sebuah video viral yang menampilkan wanita bercadar.
Video tersebut ramai dibicarakan di aplikasi TikTok dan menjadi salah satu topik hangat di tengah polemik.
Namun, Andi Taslim kembali mengujarkan secara tegas bahwa video yang beredar tersebut tidak benar.
“Di dalam video tersebut bukanlah klien kami,” tegasnya, mengingatkan publik agar tidak mudah mengambil kesimpulan berdasarkan potongan video tanpa konteks.
Isu lain yang ikut mengemuka adalah foto baju umroh yang dinilai serasi dengan milik Insanul Fahmi.
Tim hukum menyebutkan bahwa foto tersebut diambil pada waktu yang berbeda dan tidak memiliki hubungan apa pun.