SketsaNusantara.id - Majelis kajian Teman Searah akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi terkait isu dugaan perselingkuhan yang menyeret salah satu founder mereka, Inara Rusli, dengan seorang pria bernama Insan.
Melalui pernyataan yang diunggah di akun Instagram resmi @temansearah.id, pihak manajemen menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak memiliki hubungan apa pun dengan kegiatan resmi Teman Searah, dan seluruh proses yang berlangsung saat ini sepenuhnya berada di luar tanggung jawab lembaga.
Dilansir SketsaNusantara.id dari pernyataan yang dibagikan pada unggahan berjudul “Official Statement”, Teman Searah menyampaikan klarifikasi panjang yang ditujukan untuk meluruskan publik serta menjaga marwah kegiatan religius dan pembinaan diri yang selama ini mereka jalankan.
“Dear teman-teman semuanya, dengan penuh kerendahan hati, kami ingin meluruskan isu terkait salah satu founder Teman Searah, Inara Rusli,” tulis akun @temansearah.id dalam unggahannya.
Mereka kemudian menegaskan titik utama klarifikasi, yaitu bahwa seluruh kegiatan kajian dan majelis sejak awal ditujukan sebagai wadah pembelajaran keagamaan dan pengembangan diri, bukan arena interaksi di luar tujuan spiritual.
“Kajian/majelis Teman Searah sejak awal diniatkan sebagai sarana pembelajaran keagamaan dan pengembangan diri. Maka segala bentuk aktivitas yang tidak selaras atau mencederai tujuan tersebut bukan merupakan bagian dari kegiatan resmi majelis,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut memperjelas bahwa apa pun bentuk relasi personal di luar kegiatan pengajian bukan bagian dari aktivitas resmi lembaga.
Poin ini secara tegas menolak asumsi publik yang mengaitkan dugaan perselingkuhan dengan kegiatan internal majelis.
Pada bagian penjelasan selanjutnya, Teman Searah kembali menuturkan bahwa seluruh struktur lembaga, baik manajemen, pembina, maupun para pengajar tidak memiliki hubungan maupun keterlibatan dalam persoalan yang tengah dihadapi Inara Rusli.
Mereka menegaskan bahwa apa yang terjadi merupakan urusan pribadi yang berlangsung sepenuhnya di luar lingkup kegiatan, relasi, maupun tanggung jawab lembaga.
Penegasan ini sekaligus meredam beragam spekulasi yang sempat beredar, yang mengaitkan Teman Searah dengan isu tersebut, serta menepis anggapan bahwa lembaga memiliki peran atau memberikan dukungan dalam masalah yang mencuat ke publik.