“Kemewahan adalah perahu yang sampai dengan selamat. Kemewahan adalah anak-anak yang bisa sekolah walaupun dengan banyak keterbatasan,” katanya.
Apa yang sehari-hari kita rasakan di kota besar merupakan hal yang sangat mewah bagi anak-anak Papua.
“Dan kalau hal-hal kayak gitu aja sudah dihitung sebagai kemewahan di sana, berarti hal-hal yang kita punya setiap hari itu privilege,” imbuhnya.
Cinta mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita dapatkan dengan mudah di kota karena tidak semua bisa dirasakan oleh anak-anak Papua.
“Jadi lain kali kita merasa hidup tidak memperlakukan kita dengan baik, mungkin berhentilah sejenak dan lihatlah apa yang sudah kita miliki,” tegasnya.
Bahkan hal kecil seperti listrik yang selalu menyala tidak selalu bisa dirasakan oleh saudara kita di timur sana.
“Listrik yang selalu nyala. Jalan yang bisa kita lalui tanpa harus naik perahu. Internet yang bisa kita akses kapanpun,” ujarnya.
Lulusan Universitas Columbia, Amerika Serikat ini juga menekankan untuk memiliki sifat selalu membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung.
“Dan kalau kita punya privilege itu, kita punya tanggung jawab. Dan kalau bisa, untuk dibagi dengan orang-orang yang gak seberuntung kita,” tutup Cinta.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!