Warganet mengisi kolom komentar dengan tebak-tebakan kreatif, bahkan ada yang mengaitkan cerita dengan situasi politik Indonesia saat itu.
“Dilan waktu ngospek adek adek tapi caranya lucu @pastelbooks.id, ya cerita seputar Dilan yang jadi Seniman diantara gejolak Reformasi tahun 98,” tulis akun @tenggengsedjak2017.
Komentar tersebut disambut antusias oleh pengguna lain yang setuju bahwa setting tahun 1997–1998 berpotensi menyentuh isu besar perubahan bangsa yang juga sering digambarkan Pidi Baiq dalam gaya narasi reflektif dan humoris.
Banyak komentar lain yang memprediksi soal kelanjutan kisah cinta Dilan dan Milea.
“Bertemu lagi Milea dan Mas Herdi,” kata @muhammadikhlasulikih.
Selain prediksi serius, komentar bernada humor juga membanjiri unggahan itu.
“Dilan ITB mah kayaknya bakal bikin negara sendiri deh,” tulis akun @wonerdsland yang mengacu pada karya Pidi Baiq yang lain yaitu Koboy Kampus.
“Tiba-tiba bikin negara sendiri banget nih?” balasan lucu dari @pastelbooks.id.
“iyaa negara republik thepanasdalem,” lanjut akun @mank.xee.
Canda tersebut memperlihatkan bagaimana karakter Dilan sudah membentuk ikatan emosional yang kuat bagi warganet.
Keriuhan komentar juga berisi pertanyaan mengenai jadwal pre-order dan rilis.
“Kapan mulai bisa di PO min @pastelbooks.id?” tanya @yoelwillyam_.