Bahkan, Poppy Sovia pun menantang para pelaku untuk mencoba berada di posisi para korban.
“Lu pikir, kalau lu punya adik perempuan, ibu, atau keluarga perempuan sendiri, lu rela digituin, anjir?! Mikir!” jelasnya dengan nada menantang.
Pernyataan Poppy yang emosional jadi bentuk perlawanan atas normalisasi pelecehan yang kerap dianggap wajar di ruang publik.
Tanggapan Poppy Sovia soal catcalling bukanlah godaan belaka, namun dapat menjadi pelecehan verbal yang justru meninggalkan trauma serta perasaan tidak nyaman pada korban.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!