“Maka, gue berdoa & berusaha buat hadir dan membantu Onad untuk mempertanggungjawabkan kesalahannya, berlepas dari narkoba, dan bangkit menebar kebaikan,” tulisnya.
Habib Ja’far menekankan pentingnya membedakan antara membenci perbuatan dan membenci pelaku. Ia pun menutup pesannya dengan doa dan seruan agar Onad segera sadar dan berubah.
“Titip doa untuk Onad. Semoga dia sadar, jera, dan berubah. Tobat lo, Nad!” tulisnya tegas.
Unggahan Coki langsung dibanjiri ribuan komentar. Beberapa warganet justru memuji kejujuran dan empati yang ditunjukkan Coki.
“Yang satu nyuruh tobat, yang satu ngasih semangat,” kata @elitglobal_real.
Komentar itu mendapat ribuan likes karena dianggap menggambarkan kontras antara pesan Coki dan Habib Ja’far.
“Lu mau nunjukin empati tapi malah normalisasi mereka yang make, gak ada hebat-hebatnya sama sekali,” komentar dari akun @jale.ok.
Pernyataan itu memicu diskusi lebih panjang di kolom komentar. Banyak yang mempertanyakan posisi moral dari unggahan Coki yang seolah-olah membela perilaku salah.
“Lu kesinggung ya dengan pernyataannya Habib Ja’far ‘kita benci narkoba’? Lah iya emang, benci narkobanya bukan pemakainya. Lu stres ya? Gak ada yang ninggalin siapa pun. Pemakai memang harus disembuhkan oleh yang berkompeten. Kita gak bisa terus di sampingnya. Kita gak bisa menormalisasikan narkoba. Titik,” tulis akun @lady.daylighter juga ikut menyorot unggahan tersebut dengan komentar tajam.
Komentar itu ramai disukai oleh ribuan pengguna lain yang setuju bahwa dukungan moral terhadap pelaku tidak boleh diartikan sebagai pembenaran.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!