Hingga pada hari Kamis, saat Jehian dan Chrissie yang sedang pulang ke rumah untuk mengambil pakaian kembali dihubungi oleh pihak rumah sakit.
Saat itu pihak rumah sakit meminta mereka untuk segera kembali karena kondisi Marojohan yang semakin memburuk.
"Baru sampai rumah, baru mau buka pintu, tiba-tiba Jehian ditelepon oleh perawat. 'Tolong balik lagi ke rumah sakit, Papa kritis'," katanya.
Hingga Kamis sore hari, kondisi Marojohan tak menunjukkan perkembangan.
Sampai akhirnya, Jeihan, putra pertama mereka, membisikkan kalimat kepada mamanya untuk merelakan papanya.
"'Mama harus relain Papa. Kalau Mama terus-terusan bilang seperti itu, Papa seperti mau bertahan. Lihat Ma, denyut jantung Papa terus-terusan ada tapi enggak bisa kepompa ke paru-paru. Papa menderita, Ma. Ayo Ma, relain'," ucap Chrissie.
Hingga takdir pun menentukan jalannya. Belum sempat menjalani operasi, Marojohan pergi tak lama setelah sang istri mengucapkan kalimat perpisahan.
"Akhirnya, saya harus mengucapkan kata-kata perpisahan di telinga suami saya. 'Enggak apa-apa kalau Papa mau pulang duluan. Ada Tuhan menjagaku, ada anak-anak akan menjagaku. Aku mencintai Papa. Engkau akan selalu di hatiku, enggak akan ada yang bisa menggantikan'," tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!