Ia dikenal sebagai sosok yang kerap menyuarakan kampanye melawan narkoba di berbagai kesempatan.
Ia bahkan sempat berbagi pengalaman pribadinya di hadapan para pelajar saat menghadiri kegiatan Kemah Kebangsaan Bersih Narkoba (Bersinar) di Cibubur, Jakarta Timur, pada hari yang sama.
Dalam momen itu, Raffi dengan jujur menceritakan masa lalunya yang pernah bersinggungan dengan dunia gelap narkotika.
Ia berharap kisah hidupnya bisa menjadi pelajaran bagi generasi muda agar tidak terjerumus pada hal yang sama.
“Narkoba itu awalnya coba-coba. Saya dulu pernah menjadi korban. Dulu saya pernah dikasih untuk coba-coba, sampai pernah ditangkap, karena ketidaktahuan,” tutur Raffi dengan nada menyesal.
Ia mengingatkan bahwa bahaya dari narkotika kini semakin beragam, baik dari segi bentuk maupun modus peredarannya.
Karena itu, masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap berbagai cara baru yang digunakan untuk menjerat generasi muda.
Raffi bahkan menyinggung bagaimana narkoba kini bisa ditemukan dalam bentuk permen, rokok elektrik, hingga cairan yang dikenal dengan sebutan Happy Water.
“Sekarang bentuknya sudah aneh-aneh. Udah ada yang berbentuk vape, rokok, air. Jadi generasi sekarang harus benar-benar waspada,” tegasnya.
Di sisi lain, publik menilai rencana kunjungan Raffi Ahmad ke Nusakambangan adalah bentuk solidaritas dan empati terhadap sahabatnya, Ammar Zoni.
Meskipun Ammar kini tengah menghadapi kasus hukum berat, Raffi memilih untuk tidak menghakimi dan justru ingin memberikan dukungan moral.
“Kalau bisa, siapapun itu yang terkena narkoba, kita harus selamatkan. Bukan dijauhi,” ujar Raffi dalam kesempatan lain.
Pernyataan itu menuai banyak pujian dari warganet yang melihat sisi kemanusiaan dari seorang figur publik sebesar Raffi Ahmad.
Tak sedikit yang menilai langkahnya itu menunjukkan bahwa persahabatan sejati tak berhenti hanya karena kesalahan atau ujian hidup.
Sebagai sahabat sekaligus rekan sesama selebritas, Raffi tampak menempatkan dirinya bukan hanya sebagai publik figur.