showbiz

Mengkhawatirkan, Dokter Sebut Kanker Ginjal yang Diderita Vidi Aldiano Sulit Diterapi dan Bikin Badan Makin Kurus, Begini Tanggapan Suami Sheila Dara

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 09:54 WIB
Potret VIdi Aldiano yang terlihat makin kurus di tengah perjuangannya melawan kanker ginjal stadium 3 (Instagram/vidialdiano)

SketsaNusantara.id - Penyanyi Vidi Aldiano kembali mencuri perhatian publik lantaran kondisi badannya yang terlihat semakin kurus. 

Sebagaimana diketahui, pelantun lagu "Status Palsu" itu tengah berjuang melawan kanker ginjal stadium 3.

Suami Sheila Dara itu bertahan hanya dengan satu ginjal setelah melewati operasi pengangkatan ginjal setelah didiagnosis mengidap kanker pada tahun 2019 lalu.

Vidi kerap membagikan postingan saat menjalani "Spa Day", istilah yang digunakannya saat mengikuti serangkaian pengobatan kaker seperti kemoterapi dan radiasi yang rutin dijalani dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Apa itu Spa Day yang Dijalani Vidi Aldiano? Inilah Serangkaian Prosedur Perawatan Intensif untuk Mengatasi Kanker dan Dampaknya pada Pasien

Dukungan terus mengalir dan tak sedikit para penggemar hingga rekan artis yang mendoakan Vidi yang menjadi suntikan semangat untuknya.

Hampir 6 tahun berjuang melawan kanker, tubuh Vidi terlihat makin kurus yang membuat banyak orang khawatir.

Terlebih, dokter menyebut penyakit kanker ginjal seperti yang diderita Vidi Aldiano memang sulit untuk diterapi dan mengakibatkan berat badan turun drastis. 

Baca Juga: Vidi Aldiano Dapat Kiriman Makanan dari Geng Umrah, Semangat Naikkan Berat Badan di Tengah Perjuangan Lawan Kanker

"Masuk stadium tiga, artinya kanker sudah melewati ginjal, mungkin (sel kanker) juga sudah menyebar ke kelenjar getah bening sekitarnya," kata Rino Alvani Gani, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi RS Pondok Indah, sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @rumpi_gosip pada hari Jumat, 17 Oktober 2025.

"Sampai saat ini memang kanker ginjal itu termasuk salah satu yang sulit untuk diterapi sampai bersih, meskipun pasien itu masih muda," imbuhnya.

Dokter menilai bahwa perubahan berat badan pada pasien kanker lumrah terjadi. Sebab, sel kanker memiliki metabolisme tinggi, cenderung merebut nutrisi makanan dari organ lain sehingga menguras kalori yang menyebabkan berat badan pasien turun drastis.

Baca Juga: Udah Nyerah? Vidi Aldiano Bakal Stop Jalani Kemoterapi untuk Pengobatan Kanker, Sampaikan Keinginannya untuk Bisa Bertahan Hidup yang Bikin Nyesek

"Kanker sendiri kan mengeluarkan zat yang akan mengurangi nafsu makan. Metabolisme-nya juga tinggi sehingga zat-zat makanan buat organ-organ lain itu diambil oleh kankernya," ungkap dokter Rino.

Halaman:

Tags

Terkini