Meski sebelumnya ia menganggap pengalaman lapangan sudah cukup, kini Billar menyadari bahwa teori juga memegang peranan penting.
Rizky Billar mengaku dulu sempat meremehkan pentingnya kuliah karena merasa sudah belajar langsung dari pengalaman.
“Dulu saya berpikir untuk apa kuliah ketika sudah praktik langsung,” ujar Billar.
Namun, setelah menjalani perkuliahan, pandangannya berubah. Ia menyadari ada banyak hal yang hanya bisa diperoleh dari teori dan interaksi akademik.
“Tapi ternyata saya salah, banyak sekali teori yang saya dapat. Saya bisa mencuri ilmu dari mahasiswa lain yang memang orang-orang hebat,” lanjutnya.
Selain itu, Billar juga menyebut bahwa kesempatan kuliah memberinya ruang untuk bertemu dengan orang-orang baru yang memiliki pengalaman berharga.
Dari situ, ia merasa bahwa dirinya bisa untuk saling berbagi wawasan sekaligus memperluas jaringan.
Hal ini menurutnya menjadi nilai tambah yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan.
Pandangan Jangka Panjang
Dalam penjelasannya, Billar menegaskan bahwa dunia hiburan tidak selalu menjanjikan untuk selamanya.
Oleh karena itu, ia merasa perlu menyiapkan bekal ilmu kewirausahaan agar bisnisnya bisa berjalan berkesinambungan.
“Dunia entertain tidak selamanya. Saya butuh ilmu baik teori maupun praktik agar bisnis bisa sustainable, settle, dan menjadi jangka panjang,” kata Billar.
Selain itu, program RPL yang diambilnya juga dinilai efektif karena pengalaman kerjanya dapat dikonversi menjadi poin akademik, sehingga waktu kuliah bisa lebih singkat.
Menurut Billar, durasi studi yang dia ambil sekarang ini diperkirakan akan berjalan sekitar dua tahun saja.
Dengan sistem perkuliahan tersebut, Billar merasa lebih leluasa untuk tetap menjalankan aktivitas di dunia hiburan dan bisnis.