showbiz

Tekate, Film Horor Pendek Mahasiswa Vokasi UI Raih Penghargaan Bergengsi di Oregon, AS, Sang Sutradara Bagi Rahasia Suksesnya

Minggu, 28 September 2025 | 06:30 WIB
Poster film Tekate (X @ekraf_ri)

SketsaNusantara.id – Dunia perfilman Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan lewat film pendek bergenre horor garapan mahasiswa.

Film yang dimaksud adalah film pendek bergenre horor berjudul "Tekate' karya sineas muda dari Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI).

Film yang disutradarai oleh Frans Mahen ini berhasil meraih penghargaan di sebuah festival film bergengsi di Amerika Serikat.

Baca Juga: 6 Fakta Mengejutkan yang Mengungkap Sisi Lain Film G30S PKI, Legenda Sinema yang Sarat Kontroversi

Film yang awalnya merupakan tugas kuliah ini sukses membawa pulang piala Best Found Footage Horror Film Award dari Oregon Screams Horror Film Festival Fall 2025 di Oregon, AS.

Kemenangan ini menjadi tonggak penting karena "Tekate' merupakan satu-satunya karya dari Indonesia, bahkan dari Asia, yang berhasil lolos kurasi dan memenangkan penghargaan di festival film horor tersebut.

Tekate sendiri diproduksi oleh tim Dos Media, yang seluruh krunya adalah mahasiswa Program Studi Penyiaran Multimedia Vokasi UI. 

Baca Juga: Sukses Menyutradarai 2 Film Horor, Baim Wong Bagi Rahasia Suksesnya: Saya Banyak Cobaan...

Frans Mahen, sang sutradara, mengungkapkan bahwa ide film ini lahir dari keinginan untuk menciptakan karya yang berbeda dari tugas-tugas kuliah yang umumnya bergenre drama.

"Film horor karena spontanitas saja karena kita saat buat tugas kampus kita berpikir buat film yang mungkin agak sedikit beda karena bikin tugas kampus itu biasanya drama dengan rekruitmen yang mahal," ungkap Frans Mahen sang sutradara dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Metro TV.

"Jadi dengan budget sedikit kita ingin penonton gigit jari selama menonton maka kita bikin horor dengan found footage sehingga penonton bisa ngerasain mereka ada disitu juga," tambahnya.

Baca Juga: 3 Fakta Film Agak Laen: Menyapa Pantiku, Syuting di Kuburan, Drama Gimmick Sinopsis hingga Klarifikasi Oki Rengga CS

Meski dengan peralatan sederhana, Frans dan 11 kru lainnya menggarap film pendek ini dengan genre found footage, yakni gaya sinema yang menyajikan rekaman seolah-olah ditemukan setelah kejadian.

"Film ini seakan-akan kita menemukan sebuah rekaman yang direkam seseorang dan suasananya seakan-akan ini adalah video beneran yang direkam seseorang," imbuhnya.

Halaman:

Tags

Terkini