“Apalagi segala sesuatu yang bersifat dengan uang, kita aja yang ada disini bertiga tidak pernah melalui proses pinjam-meminjam. Karena uang itu sangat sensitif. Saya gak pernah pinjam ke Wendy, Wendy gak pernah pinjam ke saya,” ucapnya.
Ivan menilai kasus ini berpotensi menimbulkan kesan bahwa dirinya memiliki utang kepada orang asing yang bahkan tidak dikenalnya.
“Naudzubillah min dzalik. Dalam doa aja kita selalu meminta kepada Allah, Ya Allah jauhkanlah kita dari hutang pihutang. Ini kita gak ada urusannya, sodara bukan, kita ketimpan utang,” ujarnya.
Ia juga menyindir pernyataan ibu tersebut yang sebelumnya meminta nominal fantastis.
“Udah dari gue minta Rp270 juta, dia minta mobil sama Raffi Ahmad. Lo kenapa gak minta pesawat sama Hairo Tanjung? Yang berjelas-jelas orang kaya. Kita juga pekerja,” kata Ivan dengan tegas.
Meski begitu, ia tetap menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menutup diri dari penggemar.
“Kita senang didatangin penggemar, apalagi orang-orang yang datang dari jauh. Berapa lama sih mereka minta foto? Paling gak ada hitungan 2 menit, 3 menit. Tapi harus dikonsekuensikan bahwa kita ini bukan dinas sosial,” imbuhnya.
Ivan Gunawan menekankan bahwa berbagi atau bersedekah adalah pilihan pribadi, bukan sesuatu yang bisa dipaksakan.
“Walaupun mungkin saya sering bersedekah, saya juga gak suka diminta. Jadi yang namanya bersedekah atau berbagi itu harus dari hati,” jelasnya.
Ia berharap klarifikasi ini bisa dipahami oleh publik.
“Semoga penjelasan ini bisa clear, kalian semua bisa mengerti kondisi kita seperti apa. Jadi kita bisa saling menghormati satu sama lain dan tidak memanfaatkan kepentingan untuk kepentingan pribadi,” pungkas Ivan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!