“Pantes produktip ngetiknya 100 jari eh 10 jari dan sistem buta pulak. Aku pun, basic skill yg hingga saat ini kepake bgt,” kata akun @riesthena_martha.
“Spill keyboardnya udaa,” ucap @fikrialfanf penasaran dengan perangkat yang digunakan Khairen.
“Akhirnya pecah WS bung Ferry,” komentar dari akun @ariees.ries.
Kolom komentar ini menunjukkan bahwa warganet menikmati duel santai namun seru antara konten kreator dan penulis novel tersebut.
Meski sekilas terlihat sebagai adu gengsi soal kecepatan mengetik, unggahan Khairen mengandung pesan lebih mendalam.
Ia menjelaskan bahwa menulis novel tidak hanya soal mengetik cepat. Proses menyusun alur, membangun kerangka cerita, hingga melakukan riset bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!