Bagi aktris kelahiran Balikpapan ini, di balik rasa lelah saat berlari, Ririn menemukan sesuatu yang lebih berharga yaitu rasa syukur dan tenang.
“Dan di antara keringat, detak jantung, dan napas tersengal-sengal, aku menemukan rasa syukur. Rasa tenang,” katanya.
Bagi Ririn, berlari menjadi ruang healing, tempatnya untuk merenung dan merefleksikan perjalanan hidup.
“Rasa bahwa aku masih bisa terus maju. Lari bukan sekadar olahraga, tapi jadi ruang untuk healing dan refleksi,” tegasnya.
Pencapaiannya berlari sejauh 24 kilometer menjadi bukti nyata transformasi itu. Sebuah perayaan atas tubuh, jiwa, dan rasa syukur dalam setiap gerak.
“24K pagi tadi membuat semakin sadar, setiap langkah kecil bisa mengubah segalanya,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Diid. KLIK DI SINI!