Ungkapan ini menunjukkan bahwa Vidi memahami posisi Podhub sebagai media alternatif yang memberi rasa kebersamaan, meski hanya melalui layar.
Bagian yang paling menarik adalah ketika Vidi menutup pesannya dengan sebuah pertanyaan reflektif.
“Jadi, besok boleh mulai tayang?” tanya Vidi menutup unggahannya.
Ia membuka ruang interaksi dan memberi kesempatan kepada para pendengar untuk merasa memiliki peran dalam menentukan keberlangsungan Podhub.
Strategi ini sekaligus memperlihatkan gaya komunikasinya yang humanis, di mana hubungan dengan penonton tidak hanya satu arah, tetapi juga penuh keakraban.
Unggahan Vidi Aldiano soal kerinduannya terhadap Podhub menjadi bukti bahwa ia memiliki kedekatan emosional dengan karya yang ia buat.
Di tengah situasi yang tidak menentu, ia tetap mengutamakan kepekaan sosial sebelum memutuskan untuk kembali menayangkan konten.
Namun, di balik antusiasme tersebut, Vidi juga sadar bahwa kondisi negara belum benar-benar kondusif pasca gelombang demonstrasi yang terjadi belakangan ini.
Situasi ini menjadi pertimbangan besar baginya untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan hiburan publik dan kepekaan terhadap realitas sosial yang sedang berlangsung.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!