"Makanya ketika mereka (massa) datang, kami sampaikan jangan sampai merusak, apalagi membakar karena ini bukan rumah dia (Nafa Urbach), dia hanya mengontrak rumah," ujar Syamsul.
Sekuriti sempat memperingatkan massa agar tidak merusak atau membakar rumah karena bukan milik Nafa. Namun, jumlah massa yang banyak membuat mereka kewalahan.
Meski sudah diperingatkan, rumah tersebut tetap jadi sasaran penjarahan. Petugas keamanan juga mengaku tak mempu mencegah orang yang datang dalam jumlah banyak dan akhirnya membawa barang-barang dari dalam rumah.
Penjarahan ini dipicu oleh kemarahan masyarakat terhadap tanggapan Nafa Urbach terkait tunjangan rumah Rp50 juta yang menuai hujatan dan dianggap tidak peka terhadap kondisi rakyat.
Nafa Urbach juga sebelumnya sudah mengunggah video klarifikasi dan meminta maaf pada publik. Meski begitu, ia harus menerima sanksi tegas dan keanggotaannya sebagai anggota DPR RI telah resmi dinon-aktifkan per 1 September 2025.
Warganet pun memberikan respons beragam. Beberapa di antaranya prihatin, mengingat rumah yang dijarah ternyata bukan milik Nafa Urbach.
Di sisi lain, ada juga yang menyindir sikap Nafa yang sebelumnya mendukung tunjangan rumah Rp50 juta untuk anggota DPR.
"Kasihan pemilik rumah aslinya. Pagar sampai ditulis 'Rumah ini sudah dijarah' mungkin biar nggak rusak lagi," tulis seorang netizen.
"Pantes Nafa Urbach bilang mendukung tunjangan rumah 50 juta buat DPR, lah dia sendiri juga ngontrak toh di Jakarta," komentar netizen lainnya.
Insiden ini menambah daftar panjang rumah anggota DPR yang jadi sasaran amuk massa. Sebelumnya, rumah Eko Patrio dan Uya Kuya juga didatangi warga.
Sejumlah barang berharga, termasuk perabotan rumah dan alat elektronik, bahkan kucing peliharaan kedua artis tersebut juga ikut diambil oknum tak bertanggung jawab yang ikut jadi perhatian para pecinta hewan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini