SketsaNusantara.id - Yura Yunita menjadi salah satu penyanyi solo yang ikut meramaikan Pagelaran Sabang Merauke terbesar tahun ini.
Cerita keterlibatannya ia bagikan lewat akun Instagram @yurayunita, menyampaikan perasaan mendalam sekaligus tantangan yang dirasakannya di atas panggung megah tersebut.
Pagelaran ini mempertemukan ratusan seniman dari berbagai daerah Indonesia untuk menampilkan kekayaan budaya Nusantara. Acara digelar di Senayan pada 23–24 Agustus 2025, menghadirkan empat pertunjukan dari pagi hingga malam, lengkap dengan festival UMKM, pameran budaya, dan penampilan musik dari sejumlah artis ternama.
“Kalau boleh jujur, pagelaran Sabang Merauke tahun ini adalah salah satu tantangan terbesar yang pernah aku jalani di atas panggung,” ungkap pelantun lagu Dunia Tipu-Tipu itu.
Ia menjelaskan bahwa besarnya skala acara, jumlah seniman, serta misi yang diemban membuat pengalaman ini terasa istimewa sekaligus menantang.
“Bayangkan, ratusan seniman dari seluruh penjuru Nusantara berkumpul dalam satu panggung megah, membawa misi yang sama: melestarikan budaya Indonesia lewat pertunjukan sebesar ini,” tambah Yura.
Proses menuju pementasan tak kalah menguras energi. Latihan intensif selama berbulan-bulan menuntut pengorbanan besar dari seluruh tim.
“Keringat, lelah, tangis haru, rasa takut, rasa bangga, semuanya hadir jadi satu. Bangga banget sama semuanya!” tulis Yura penuh haru.
Bagi Yura, pengalaman ini bukan hanya tentang bernyanyi. Ia juga menari dengan mengenakan pakaian adat daerah, bersatu dengan para penari dan musisi untuk menghadirkan pertunjukan budaya yang hidup dan sarat makna.
“Ini adalah tahun keduaku di Pagelaran Sabang Merauke. Dan rasanya tetap seperti pertama kali,” ucapnya bersyukur.
Yura menutup curhatnya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh penari, pemusik, penata artistik, hingga penonton yang memberi energi luar biasa pada acara ini.