showbiz

Programmer Ini Bongkar Pernyataan Kontroversial Timothy Ronald soal Kuliah IT Melahirkan Orang-Orang IT Goblok

Selasa, 12 Agustus 2025 | 12:30 WIB
Sosok Fuadit Muhammad yang mengomentari pernyataan Timothy Ronald yang dinilai keliru soal dunia IT. (Tiktok/fuaditrockz)

“WordPress itu diperuntukkan hanya untuk company profile, bukan untuk super web atau website kompleks,” ucapnya sambil mengingatkan risiko keamanan yang tinggi jika menggunakan plugin pihak ketiga.

Fuadit menegaskan dalam berbagai kontennya sebelumnya bahwa WordPress sejatinya diperuntukkan hanya untuk company profile, bukan untuk super web atau website dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Baca Juga: Timothy Ronald Undang Agatha Chelsea , Netizen Singgung Kedekatan hingga Ungkit Podcast Ferry Irwandi: Clue-nya Ada di Judul

"Lo sinting kalau naro payment gateway itu di WordPress. Bisa memang, tapi pake third party atau plugin. Masalahnya secara keamanan atau cyber security, celah yang paling besar itu tuh ada di third party atau pluginsnya itu,” tambah Fuadit.

Fuadit menilai bahwa jika sebuah perusahaan ingin menangani ribuan hingga jutaan pengguna menggunakan WordPress, hal itu merupakan tindakan yang keliru dan bahkan dianggap jahat bagi perusahaan.

Ia juga menekankan bahwa platform tersebut rawan terkena malware dan backdoor, memiliki tampilan yang kurang menarik, serta menggunakan kode yang sudah ketinggalan zaman dengan performa yang tidak optimal.

Baca Juga: Konflik Kembali Terjadi! Ferry Irwandi Kritik Neo Historia soal Timothy Ronald, Berujung Difitnah?

Timothy sempat menyinggung React sebagai contoh aplikasi ringan yang disebut dapat menghindari dual bug.

“Nah kalau di masalah ini, maksud lo itu React atau React Native? Lo yang jelas ngomongnya. Dan dual bug ini maksud lo gimana? Cross platform atau memang secara harafiah lo mau bilang bugnya itu tuh gak akan jadi dua gitu?” tanya Fuadit mengenai pernyataan dari Timothy.

Fuadit kemudian memaparkan bahwa React Native merupakan sebuah library berbasis JavaScript yang berfungsi untuk berkomunikasi dengan platform seperti iOS dan Android melalui sebuah jembatan (bridge).

Menurutnya, bug dari modul yang diinstal memerlukan pendekatan hardcode ke masing-masing platform agar JavaScript bridge dapat berfungsi dengan benar.

“Lo gak bisa serta mata ngomong, gak bisa dual bug. Karena sering banget satu fitur lo itu jalan di iOS misalnya. Tapi di Android tuh gak jalan. Itu sering banget kejadian,” jelas Fuadit.

Pernyataan Timothy yang menyebut kecepatan kerja orang India juga tak luput dari tanggapan Fuadit.

"Nah kalau statement lo disini, itu bacot lo banyak. Tapi pengalaman lo kurang banget. Lo ngebangga-banggain dan bilang semua orang India itu superior di bidang IT. Lo kayak bocil Termux yang lagi belajar di Youtube,” ujar Fuadit menyinggung pernyataan Timothy.

Meskipun begitu, Fuadit memilih tidak terlalu memperpanjang pembahasan mengenai kemampuan programmer India.

Halaman:

Tags

Terkini